Kisah keluarga di Muting tersebut menunjukkan bahwa bagi penerima manfaat, MBG tidak hanya hadir dalam bentuk makanan di atas ompreng siswa.
Baca Juga: Hari Anak Nasional ke-42 di Bulukumba, Andi Utta Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Kekerasan
Program tersebut juga bersentuhan dengan rutinitas keluarga, aktivitas belajar anak, dan kesempatan ekonomi masyarakat di sekitar dapur.
Meski demikian, dampak terhadap status gizi, prestasi akademik, maupun kehadiran siswa secara keseluruhan tetap memerlukan data dan evaluasi yang terukur.
Kesaksian Kristina, Musa, dan Nomu menjadi pengalaman langsung penerima manfaat yang menggambarkan bagaimana program tersebut dirasakan di tingkat keluarga dan sekolah.***
Artikel Terkait
Detik-detik Ambulans Tabrak Anak 10 Tahun Saat Karnaval di Pinrang, Sopir Nyaris Diamuk Massa
Jelang Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Minta Tak Ada Peringatan Berlebihan
Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Hadiri HAN ke-42
Tiga Komisi DPRD Bulukumba Serentak Bahas PPAS APBD 2027 Bersama OPD
269 Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit
Empat Orang Jadi Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project
21 Bulan Jadi Presiden, Prabowo Klaim Sudah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif
289 Siswa Diduga Keracunan MBG di Berastagi, Pernyataan Bupati Karo Picu Sorotan Publik
Komisi IV DPRD Bulukumba Mulai Bahas Arah Anggaran APBD 2027, Ini OPD yang Hadir
Prabowo Ungkap 100 Kampung Nelayan Merah Putih Sudah Dibangun, Target 1.386 hingga 2026