• Selasa, 18 Agustus 2026

Kisah MBG di Muting Merauke: Dulu Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan, Kini Lebih Semangat Belajar

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan kepada siswa sekolah di Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kehadiran MBG dirasakan membantu siswa dan meringankan beban keluarga. (Ilustrasi)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan kepada siswa sekolah di Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kehadiran MBG dirasakan membantu siswa dan meringankan beban keluarga. (Ilustrasi)

Baca Juga: Tiga Komisi DPRD Bulukumba Serentak Bahas PPAS APBD 2027 Bersama OPD

Musa berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena manfaatnya menurut dia dirasakan tidak hanya oleh siswa, tetapi juga keluarga.

Dapur MBG Buka Peluang Kerja Warga

Selain membantu kebutuhan makanan anak sekolah, keberadaan dapur MBG di Muting juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Musa menyebut sebagian orang tua atau warga dapat memperoleh penghasilan dengan bekerja di dapur yang menyiapkan makanan untuk program tersebut.

Baca Juga: Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Hadiri HAN ke-42

“Program ini sangat membantu. Termasuk minat belajar dari anak-anak, tapi juga ada orang tua dari anak-anak yang juga bisa ada pendapatan dari bekerja di dapur itu,” jelasnya.

Dengan demikian, manfaat yang dirasakan keluarga tidak hanya berupa makanan yang diterima anak di sekolah, tetapi juga peluang memperoleh pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam operasional dapur.

Beban Ekonomi Rumah Tangga Ikut Berkurang

Pengalaman serupa disampaikan Nomu Dameyar, ibu Kristina.

Baca Juga: Jelang Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Minta Tak Ada Peringatan Berlebihan

Nomu mengaku sebelum MBG hadir, kebutuhan makan dan belanja rumah tangga menjadi salah satu sumber tekanan bagi keluarga.

“Sebelum MBG hadir di sini itu kayaknya stress-stress begitu. Ya masalah makan, kebutuhan dalam rumah tangga, dapur untuk kita belanja, uang belanja,” jelas Nomu.

Setelah MBG hadir, ia merasa beban tersebut sedikit berkurang.

Baca Juga: Detik-detik Ambulans Tabrak Anak 10 Tahun Saat Karnaval di Pinrang, Sopir Nyaris Diamuk Massa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Sumber: Bakom RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X