• Selasa, 18 Agustus 2026

Kisah MBG di Muting Merauke: Dulu Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan, Kini Lebih Semangat Belajar

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan kepada siswa sekolah di Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kehadiran MBG dirasakan membantu siswa dan meringankan beban keluarga. (Ilustrasi)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan kepada siswa sekolah di Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kehadiran MBG dirasakan membantu siswa dan meringankan beban keluarga. (Ilustrasi)

MEDIARAYA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dirasakan bukan sekadar sebagai penyedia makanan bagi anak-anak sekolah.

Bagi sejumlah keluarga, kehadiran MBG juga membantu mengurangi beban menyiapkan sarapan, meningkatkan semangat siswa mengikuti pembelajaran, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi warga di sekitar dapur MBG.

Salah satu siswa yang merasakan manfaat tersebut adalah Kristina Beno, siswi SMPN IV Muting. Sebelum MBG hadir, Kristina mengaku kerap berangkat sekolah tanpa sarapan.

Baca Juga: Prabowo Ungkap 100 Kampung Nelayan Merah Putih Sudah Dibangun, Target 1.386 hingga 2026

Kondisi tersebut terjadi setelah ia membantu kakaknya mengambil air dari sumur galian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sebelum mendapat MBG itu, dari rumah itu tidak sarapan. Terus sampai di sekolah itu mengantuk juga karena tidak makan,” ujar Kristina.

Menurut Kristina, rasa lapar dan kantuk sebelumnya ikut membuatnya kurang optimal mengikuti kegiatan belajar di kelas.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Bulukumba Mulai Bahas Arah Anggaran APBD 2027, Ini OPD yang Hadir

Ia mengatakan, dirinya sering lebih lambat mencatat ketika guru memberikan tugas karena merasa mengantuk.

“Kalau sudah ada MBG itu semangat karena tahu nanti memakan MBG jadi catatnya dipercepat,” katanya.

Kehadiran Siswa Disebut Lebih Ramai

Kristina juga melihat perubahan pada kehadiran siswa di sekolah setelah program MBG berjalan.

Baca Juga: 289 Siswa Diduga Keracunan MBG di Berastagi, Pernyataan Bupati Karo Picu Sorotan Publik

Ia menggambarkan kondisi kelas yang sebelumnya terkadang hanya diikuti beberapa siswa, kemudian menjadi lebih ramai ketika program makanan bergizi tersebut tersedia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Sumber: Bakom RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X