• Selasa, 18 Agustus 2026

Bukan Sekedar Bundaran, Ini Cerita Di Balik Ikon Pinisi Yang Jadi Kebanggaan Bulukumba

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Bundaran Pinisi berdiri di kawasan pusat Kabupaten Bulukumba, menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan identitas Bulukumba sebagai Butta Panrita Lopi. (1st)
Bundaran Pinisi berdiri di kawasan pusat Kabupaten Bulukumba, menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan identitas Bulukumba sebagai Butta Panrita Lopi. (1st)

MEDIARAYA.ID - Ada satu pemandangan yang seolah tidak bisa dipisahkan dari wajah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan: sebuah kapal Pinisi yang berdiri gagah di tengah kawasan pusat kota.

Kapal tersebut berada di Bundaran Pinisi, salah satu landmark yang menjadi penanda sekaligus simbol identitas daerah yang dikenal dengan julukan Butta Panrita Lopi.

Bagi masyarakat Bulukumba, Pinisi bukan sekedar kapal.

Baca Juga: Kronologi Siswa SMK di Kebumen Diduga Dibully: Diseret Saat Antre MBG hingga Berujung Laporan Polisi

Di balik bentuknya tersimpan cerita tentang laut, keterampilan para pembuat kapal, kehidupan masyarakat pesisir, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketika Pinisi Berdiri Di Tengah Kota

Bundaran Pinisi berada di kawasan pusat Kota Bulukumba, tidak jauh dari sejumlah fasilitas pemerintahan dan ruang publik yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Posisinya membuat replika kapal Pinisi tersebut mudah dikenali oleh warga maupun orang yang baru pertama kali datang ke Bulukumba.

Baca Juga: Dasco Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT

Siang hari, kawasan ini menjadi bagian dari lalu lintas dan aktivitas warga.

Namun ketika malam tiba, suasananya berubah. Penerangan dan air mancur di sekitar replika kapal membuat ikon tersebut tampil lebih menonjol dan menjadi salah satu titik yang menarik perhatian masyarakat.

Tidak sedikit warga yang menjadikannya sebagai titik pertemuan maupun lokasi untuk mengabadikan momen.

Baca Juga: Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2000 Warga Terpaksa Mengungsi

Bukan Sekedar Replika Kapal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X