Pada akhirnya, Bundaran Pinisi bukan hanya sebuah bundaran di pusat Kabupaten Bulukumba. Ia adalah sebuah simbol.
Simbol tentang daerah yang tumbuh bersama laut, tentang para panrita lopi yang mempertahankan keterampilan leluhur, dan tentang sebuah kapal tradisional yang akhirnya menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Mungkin bagi sebagian orang, kapal Pinisi di tengah kota hanyalah pemandangan yang dilewati setiap hari.
Baca Juga: Tragis! Ibu dan Dua Anak Tewas Tertimbun Reruntuhan Rumah Akibat Gempa M 7,7 NTT
Namun bagi Bulukumba, ia adalah cerita tentang siapa mereka dan dari mana mereka berasal.***
Artikel Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Murid SD Muhammadiyah Bulukumba Tampil Percaya Diri
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Pengunjung Hotel Labuan Bajo Berhamburan, Air Laut Sempat Surut
Jalan Santai HUT ke-81 RI di Bonto Tangnga Bulukumba Diikuti Ratusan Peserta
Dikukuhkan Andi Utta, 72 Paskibra Bulukumba Siap Tampil dengan Formasi Angka 81
Umy Asyiatun Hadiri Pengukuhan 72 Paskibraka Bulukumba, Titip Pesan Soal Disiplin dan Nasionalisme
Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bulukumba, 100 Personel Polres Turun Amankan Rute
Prabowo Bergerak Cepat! 50.000 Paket Sembako Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2000 Warga Terpaksa Mengungsi
Dasco Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Kronologi Siswa SMK di Kebumen Diduga Dibully: Diseret Saat Antre MBG hingga Berujung Laporan Polisi