Jika hanya dilihat sebagai sebuah bangunan, Bundaran Pinisi mungkin hanyalah salah satu landmark kota.
Tetapi bagi Bulukumba, kapal Pinisi memiliki cerita yang jauh lebih panjang.
Bulukumba dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi pembuatan kapal Pinisi, khususnya di kawasan Bontobahari.
Baca Juga: Prabowo Bergerak Cepat! 50.000 Paket Sembako Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Di tangan para panrita lopi, kapal dibuat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang membuat nama Bulukumba dikenal hingga ke luar Sulawesi Selatan.
Warisan Yang Diakui Dunia
Kisah Pinisi kemudian mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Baca Juga: Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bulukumba, 100 Personel Polres Turun Amankan Rute
Pada 2017, Pinisi: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Pengakuan itu memperlihatkan bahwa tradisi pembuatan Pinisi bukan hanya memiliki arti bagi masyarakat lokal, tetapi juga mempunyai nilai budaya yang penting bagi dunia.
Karena itu, replika kapal Pinisi yang berdiri di pusat Bulukumba dapat dipandang sebagai pengingat terhadap warisan tersebut.
Baca Juga: Umy Asyiatun Hadiri Pengukuhan 72 Paskibraka Bulukumba, Titip Pesan Soal Disiplin dan Nasionalisme
Setiap orang yang melintas sebenarnya sedang melewati sebuah simbol dari tradisi maritim yang telah berlangsung panjang.
Dari Bundaran Pinisi, Cerita Bulukumba Dimulai
Artikel Terkait
Semarak HUT ke-81 RI, Murid SD Muhammadiyah Bulukumba Tampil Percaya Diri
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Pengunjung Hotel Labuan Bajo Berhamburan, Air Laut Sempat Surut
Jalan Santai HUT ke-81 RI di Bonto Tangnga Bulukumba Diikuti Ratusan Peserta
Dikukuhkan Andi Utta, 72 Paskibra Bulukumba Siap Tampil dengan Formasi Angka 81
Umy Asyiatun Hadiri Pengukuhan 72 Paskibraka Bulukumba, Titip Pesan Soal Disiplin dan Nasionalisme
Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bulukumba, 100 Personel Polres Turun Amankan Rute
Prabowo Bergerak Cepat! 50.000 Paket Sembako Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2000 Warga Terpaksa Mengungsi
Dasco Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Kronologi Siswa SMK di Kebumen Diduga Dibully: Diseret Saat Antre MBG hingga Berujung Laporan Polisi