• Selasa, 18 Agustus 2026

Indonesia Kembali Ekspor Beras, 200.000 Ton Premium Diboyong ke Malaysia

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:08 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan keterangan terkait ekspor beras Indonesia ke Malaysia. (1st)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan keterangan terkait ekspor beras Indonesia ke Malaysia. (1st)

MEDIARAYA.ID - Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.

Sebanyak 200.000 ton beras premium disiapkan untuk dikirim ke Malaysia secara bertahap, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.

Kesepakatan ekspor tersebut bernilai sekitar Rp3,39 triliun, dengan harga beras premium yang ditetapkan sekitar Rp17.000 per kilogram atau 3,9 ringgit Malaysia per kilogram.

Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa M 7,7 di Flores NTT

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi mencukupi.

“Ini kabar baik untuk Indonesia. Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini,” kata Amran dalam penandatanganan kerja sama ekspor beras ke Malaysia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Produksi Beras Nasional Meningkat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 30,62 juta ton.

Baca Juga: Gempa NTT Tewaskan 47 Orang, Ternyata Ini 10 Gempa Dahsyat yang Pernah Terjadi di Flores dan Alor

Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat ruang ketersediaan beras nasional.

Pemerintah menyebut stok beras saat ini mencapai 5,2 juta ton dan cadangan tersebut diproyeksikan mampu menjaga kebutuhan nasional hingga Mei 2027.

Amran mengatakan peningkatan produksi pada 2025 dan 2026 membuat Indonesia memiliki ruang untuk masuk kembali ke pasar beras internasional.

Baca Juga: Intan Ali Saleng Turun Langsung Pimpin Barisan DWP Bulukumba, Semarakkan HUT ke-81 RI

“Produksi 2026 dengan 2025 itu surplus 8 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Sumber: Rilis Bakom RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X