Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada tata kelola perdagangan, harga di tingkat petani, dan kemampuan pemerintah menjaga pasokan domestik.
Amran pun menyampaikan apresiasi kepada petani serta seluruh pihak yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras nasional.
“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ucapnya.
Baca Juga: Dikukuhkan Andi Utta, 72 Paskibra Bulukumba Siap Tampil dengan Formasi Angka 81
Ekspor perdana 1.000 ton ke Sarawak kini menjadi langkah awal Indonesia untuk kembali hadir di pasar beras regional.
Jika pasokan dalam negeri tetap terjaga dan pengiriman berjalan lancar, potensi ekspor hingga 200.000 ton dapat menjadi babak baru perdagangan beras Indonesia-Malaysia.***
Artikel Terkait
Umy Asyiatun Hadiri Pengukuhan 72 Paskibraka Bulukumba, Titip Pesan Soal Disiplin dan Nasionalisme
Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bulukumba, 100 Personel Polres Turun Amankan Rute
Prabowo Bergerak Cepat! 50.000 Paket Sembako Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Sekitar 2000 Warga Terpaksa Mengungsi
Dasco Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Kronologi Siswa SMK di Kebumen Diduga Dibully: Diseret Saat Antre MBG hingga Berujung Laporan Polisi
Bukan Sekedar Bundaran, Ini Cerita Di Balik Ikon Pinisi Yang Jadi Kebanggaan Bulukumba
Intan Ali Saleng Turun Langsung Pimpin Barisan DWP Bulukumba, Semarakkan HUT ke-81 RI
Gempa NTT Tewaskan 47 Orang, Ternyata Ini 10 Gempa Dahsyat yang Pernah Terjadi di Flores dan Alor
BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa M 7,7 di Flores NTT