Kaspul: Pelatihan Tanpa Sarana Tidak Cukup
Kaspul menilai program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan.
Menurutnya, petani dan pelaku usaha kecil juga membutuhkan dukungan sarana produksi agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara optimal.
Baca Juga: Polres Bulukumba Tingkatkan Patroli Malam, Sasar Permukiman dan Objek Vital di Ujung Bulu
"Pelatihan atau pendampingan tanpa dukungan alat dan sarana produksi fisik tidak akan mampu mendongkrak produktivitas petani maupun pelaku usaha kecil," ujarnya.
Karena itu, ia meminta TAPD bersama Bappelitbangda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari solusi sebelum pembahasan KUA-PPAS memasuki tahapan finalisasi.
Minta Pemerintah Cari Solusi Penganggaran
Kaspul meminta pemerintah daerah tidak menjadikan keterbatasan nomenklatur pada SIPD sebagai alasan untuk menghentikan program bantuan sarana produksi yang telah menjadi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Kisah MBG di Muting Merauke: Dulu Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan, Kini Lebih Semangat Belajar
Ia mendorong dilakukan penyesuaian kode rekening dengan skema belanja hibah barang maupun langkah administratif lain yang sesuai dengan ketentuan.
Selain itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengajukan pemutakhiran kamus nomenklatur kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apabila memang terdapat kebutuhan penganggaran yang belum terakomodasi dalam sistem.
"SIPD itu alat administrasi untuk mempermudah tata kelola keuangan, bukan justru menjadi penghalang bagi program-program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat," kata Kaspul.
Baca Juga: Prabowo Ungkap 100 Kampung Nelayan Merah Putih Sudah Dibangun, Target 1.386 hingga 2026
Komisi II, lanjut dia, meminta TAPD segera menyelaraskan kembali penganggaran tersebut sebelum Nota Kesepakatan KUA-PPAS ditandatangani.
Akan Dikawal Hingga Pembahasan Banggar
Artikel Terkait
Empat Legislator DPRD Bulukumba Masuk Pengurus PMI, Siap Perkuat Misi Kemanusiaan
DPRD Bulukumba Jadi Rujukan DPRD Maros, Diskusi Pengawasan Pemerintahan Berlangsung Hangat
DPRD Bulukumba Mulai Bahas KUA APBD 2027, Fokus Sinkronkan Arah Kebijakan Dan Prioritas Pembangunan
Banggar DPRD Bulukumba Gandeng BPS Dan OPD Bedah Proyeksi Pendapatan APBD 2027
Agenda DPRD Bulukumba Dirombak, Bamus Bahas Penyesuaian Jadwal Kegiatan
DPRD Bulukumba Gandeng BPIP Bahas Ranperda Pemerintahan Desa, Ini Yang Jadi Sorotan
Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Hadiri HAN ke-42
Tiga Komisi DPRD Bulukumba Serentak Bahas PPAS APBD 2027 Bersama OPD
Komisi IV DPRD Bulukumba Mulai Bahas Arah Anggaran APBD 2027, Ini OPD yang Hadir
DPRD Bulukumba Ikuti Pidato Kenegaraan Prabowo, Bahas Arah APBN 2027