Komisi II DPRD Bulukumba menegaskan persoalan tersebut tidak berhenti pada pembahasan bersama TAPD.
Kaspul mengatakan pihaknya akan terus mengawal alokasi bantuan sarana produksi untuk petani dan UMKM dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar).
Baca Juga: Komisi IV DPRD Bulukumba Mulai Bahas Arah Anggaran APBD 2027, Ini OPD yang Hadir
"Kami akan mengawal persoalan ini hingga pembahasan Banggar agar alokasi bantuan sarana produksi bagi petani dan UMKM tetap masuk dalam APBD," tegasnya.
Pembahasan KUA-PPAS menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan APBD.
Karena itu, DPRD dan pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan solusi penganggaran yang tetap sesuai regulasi sekaligus menjaga keberlanjutan program prioritas pembangunan daerah.***
Artikel Terkait
Empat Legislator DPRD Bulukumba Masuk Pengurus PMI, Siap Perkuat Misi Kemanusiaan
DPRD Bulukumba Jadi Rujukan DPRD Maros, Diskusi Pengawasan Pemerintahan Berlangsung Hangat
DPRD Bulukumba Mulai Bahas KUA APBD 2027, Fokus Sinkronkan Arah Kebijakan Dan Prioritas Pembangunan
Banggar DPRD Bulukumba Gandeng BPS Dan OPD Bedah Proyeksi Pendapatan APBD 2027
Agenda DPRD Bulukumba Dirombak, Bamus Bahas Penyesuaian Jadwal Kegiatan
DPRD Bulukumba Gandeng BPIP Bahas Ranperda Pemerintahan Desa, Ini Yang Jadi Sorotan
Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Hadiri HAN ke-42
Tiga Komisi DPRD Bulukumba Serentak Bahas PPAS APBD 2027 Bersama OPD
Komisi IV DPRD Bulukumba Mulai Bahas Arah Anggaran APBD 2027, Ini OPD yang Hadir
DPRD Bulukumba Ikuti Pidato Kenegaraan Prabowo, Bahas Arah APBN 2027