Ia menutup pesannya dengan harapan agar semangat berbagi dan kepedulian terhadap alam terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Karena ada berkat di balik menjadi berkat bagi sesama, dan ada masa depan yang baik ketika manusia merawat alam yang telah Tuhan percayakan,” tandas Ajup.
Kisah para siswa yang membawa hasil ladang untuk guru tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa nilai sebuah pemberian tidak selalu ditentukan oleh harga atau jumlahnya.
Baca Juga: DPRD Bulukumba Gandeng BPIP Bahas Ranperda Pemerintahan Desa, Ini Yang Jadi Sorotan
Dalam kesederhanaan, sebuah ikatan antara murid, guru, alam, dan masyarakat dapat melahirkan makna yang jauh lebih besar: tentang rasa syukur, kepedulian, dan kemauan untuk berbagi kepada sesama.***
Artikel Terkait
Jenazah Sutrimo Dibongkar, Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Forensik Ungkap Misteri Kematian
11 Kantor Pemkab Puncak Terbakar, Kantor Bupati Hingga DPRK Jadi Sasaran Massa
Viral Rumah MC Tantangan Hafalan Al-Qur’an Digeruduk Massa, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Polres Bulukumba Raih 2 Juara I Nasional Di Hari Bhayangkara 2026, Bawa Nama Kajang Ke Jakarta
BNN Gerebek Kampung Bahari, Bos Narkoba MR Ditangkap, Loyalis Ditembak Gas Air Mata
Bulog Bulukumba Salurkan 1.661 Ton Beras Untuk 55.369 Penerima Manfaat
Sawah Warga Kekeringan, Polres Bulukumba Turunkan Water Cannon Bantu Petani di Ujung Loe
MBG 94 Siswa di Karanganyar Batal Dibagikan, Kepala SPPG Muntah Usai Cicip Ayam Rempah
Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih, Tukang Cukur Bogor Akhirnya Minta Maaf
Hari Anak Nasional ke-42 di Bulukumba, Andi Utta Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Kekerasan