Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada tata kelola perdagangan, harga di tingkat petani, dan kemampuan pemerintah menjaga pasokan domestik.
Amran pun menyampaikan apresiasi kepada petani serta seluruh pihak yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras nasional.
“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ucapnya.
Baca Juga: Dikukuhkan Andi Utta, 72 Paskibra Bulukumba Siap Tampil dengan Formasi Angka 81
Ekspor perdana 1.000 ton ke Sarawak kini menjadi langkah awal Indonesia untuk kembali hadir di pasar beras regional.
Jika pasokan dalam negeri tetap terjaga dan pengiriman berjalan lancar, potensi ekspor hingga 200.000 ton dapat menjadi babak baru perdagangan beras Indonesia-Malaysia.***