Kisah keluarga di Muting tersebut menunjukkan bahwa bagi penerima manfaat, MBG tidak hanya hadir dalam bentuk makanan di atas ompreng siswa.
Baca Juga: Hari Anak Nasional ke-42 di Bulukumba, Andi Utta Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Kekerasan
Program tersebut juga bersentuhan dengan rutinitas keluarga, aktivitas belajar anak, dan kesempatan ekonomi masyarakat di sekitar dapur.
Meski demikian, dampak terhadap status gizi, prestasi akademik, maupun kehadiran siswa secara keseluruhan tetap memerlukan data dan evaluasi yang terukur.
Kesaksian Kristina, Musa, dan Nomu menjadi pengalaman langsung penerima manfaat yang menggambarkan bagaimana program tersebut dirasakan di tingkat keluarga dan sekolah.***