“Tapi setelah MBG hadir ya mama rasa bahagia sekali,” lanjutnya.
Nomu juga mengaku melihat perubahan pada kondisi fisik anak-anak di lingkungannya.
Namun, penilaiannya tersebut merupakan pengamatan pribadi dan bukan hasil pengukuran status gizi secara medis.
Baca Juga: BNN Sita Ganja, Senpi dan Mobil Mewah dari Bos Narkoba MR di Kampung Bahari
“Tadinya badan ini kurus-kurus, tapi dengan hadirnya MBG, anak-anak sekarang itu luar biasa,” ujar Nomu.
Ia berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus masyarakat yang terlibat di dalamnya.
MBG Dinilai Memberi Dampak Berlapis
Pengalaman keluarga Beno di Muting memperlihatkan bahwa program MBG memiliki dampak yang dirasakan pada beberapa sisi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Penggerebekan Kampung Bahari: Polisi Terluka, Aset Rp39,9 Miliar Diamankan
Di tingkat siswa, makanan yang diterima di sekolah dirasakan membantu mengatasi persoalan sarapan dan membuat mereka lebih siap mengikuti kegiatan belajar.
Di tingkat keluarga, program tersebut dinilai dapat mengurangi sebagian kebutuhan penyediaan sarapan anak.
Sementara dari sisi ekonomi masyarakat, operasional dapur MBG membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Baca Juga: Siswa Papua Bawa Sayur dan Buah Hasil Ladang untuk Guru, Kisahnya Bikin Haru
Nomu menjadi salah satu warga yang berharap kesempatan tersebut terus tersedia.
“Kalau saya senang sekali Bapak Prabowo punya program ini. Senang sekali bisa membantu, buka peluang kerja, lapangan kerja. Seperti kita mama-mama yang tidak bisa ini, kita bisa turut untuk bekerja,” ujarnya.