• Selasa, 18 Agustus 2026

Harga Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Pengendara Mulai Hitung Ulang Pengeluaran

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Rabu, 10 Juni 2026 | 10:19 WIB
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat sebagian pengguna kendaraan mulai menyesuaikan pola pengeluaran dan kebiasaan berkendara.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat sebagian pengguna kendaraan mulai menyesuaikan pola pengeluaran dan kebiasaan berkendara.

Mediaraya.id - Pagi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan seperti biasa meski Harga Pertamax naik

Tidak ada antrean panjang, tidak ada keramaian yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Namun, perubahan kecil tampak dari cara sebagian pengendara memandang angka yang terus bertambah di layar mesin pengisian BBM lantaran Harga Pertamax naik.

Seorang pengemudi mobil beberapa kali menoleh ke layar ponselnya untuk menghitung kembali biaya yang harus dikeluarkan.

Di sisi lain, seorang pengendara sepeda motor memilih menghentikan pengisian sebelum tangki kendaraannya penuh.

Tidak ada protes yang terdengar. Tetapi sejak Rabu, 10 Juni 2026, kebiasaan sebagian masyarakat mulai berubah setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Menurut Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian sesuai formula yang berlaku dan ditetapkan pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator.

“Penyesuaian harga dilakukan sebagai bagian dari mekanisme evaluasi berkala dengan tetap memperhatikan perkembangan harga energi global serta menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.

Dampak Kenaikan Mulai Terasa Pada Pengeluaran Rumah Tangga

Secara nominal, kenaikan harga mungkin terlihat kecil ketika dihitung per liter.

Namun dalam penggunaan rutin, selisih biaya menjadi lebih signifikan.

Pemilik mobil dengan kapasitas tangki sekitar 40 liter yang sebelumnya menghabiskan sekitar Rp492.000 untuk sekali pengisian penuh kini perlu menyiapkan sekitar Rp650.000.

Artinya terdapat tambahan biaya sekitar Rp158.000 dalam satu kali pengisian.

Apabila pengisian dilakukan satu kali setiap pekan, tambahan pengeluaran dapat mencapai sekitar Rp632.000 dalam sebulan.

Sementara bagi pengguna sepeda motor yang mengonsumsi rata-rata 20 liter Pertamax per bulan, pengeluaran tambahan diperkirakan mencapai hampir Rp80.000 setiap bulan.

Kenaikan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian anggaran rumah tangga, terutama bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu kendaraan.

Biaya bahan bakar yang sebelumnya dianggap rutin kini mulai diperhitungkan bersama kebutuhan lain seperti belanja harian, pendidikan anak, cicilan kendaraan, hingga biaya transportasi keluarga.

BBM Subsidi Tidak Mengalami Perubahan

Meski harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian, pemerintah tetap mempertahankan harga sejumlah produk subsidi.

Harga Pertalite tetap berada di Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi tetap dijual Rp6.800 per liter.

Adapun produk BBM lainnya yang tidak mengalami perubahan harga antara lain:

- Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter.
- Dexlite: Rp23.000 per liter.
- Pertamina Dex: Rp24.800 per liter.

Kondisi ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memilih bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan dan kemampuan ekonomi masing-masing.

Namun, dalam praktiknya, pergantian jenis BBM tidak selalu mudah dilakukan.

Sebagian kendaraan memiliki rekomendasi angka oktan tertentu dari pabrikan untuk menjaga performa mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Perubahan Harga Yang Mengubah Kebiasaan Berkendara

Ketersediaan Pertamax dan Pertamax Green disebut tetap aman dengan distribusi yang berjalan normal.

Masyarakat juga dapat memantau informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.

Tantangan utama bagi sebagian pengguna kendaraan saat ini bukan hanya soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana menyesuaikan pola pengeluaran di tengah meningkatnya biaya transportasi.

Sebagian mulai mengurangi perjalanan yang tidak mendesak, memilih rute yang lebih hemat, atau menghitung kembali pengeluaran harian dengan lebih rinci.

Jalan raya tetap ramai. Kendaraan tetap melaju seperti biasa.

Namun sejak kenaikan harga berlaku, perjalanan yang sama kini memiliki biaya yang berbeda.

Perubahan harga energi memang tidak selalu datang dengan suara keras.

Kadang, dampaknya hadir dalam keputusan sederhana: memilih mengisi tangki penuh atau setengah, melakukan perjalanan sekarang atau menundanya, serta mengatur ulang prioritas pengeluaran keluarga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

X