Mediaraya.id - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan siap membuka keterlibatan sejumlah tokoh berpengaruh dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah itu akan ditempuh melalui permohonan sebagai Justice Collaborator (JC) yang segera diajukan kepada Kejaksaan Agung dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan kuasa hukum Sony, Krisna Murti, setelah kliennya resmi berstatus tersangka dalam perkara yang tengah menjadi sorotan publik.
Menurutnya, Sony siap mengungkap fakta-fakta yang selama ini belum terungkap dalam proses penyidikan.
Justice Collaborator Jadi Jalan Membuka Fakta
Krisna mengatakan permohonan Justice Collaborator akan diajukan secara resmi pada pekan depan.
Melalui status tersebut, Sony berkomitmen memberikan keterangan secara menyeluruh mengenai pihak-pihak yang diduga ikut berperan dalam kasus korupsi MBG.
"Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya," kata Krisna Murti, melansir CNN Indonesia, Sabtu, 6 Juni 2026.
Meski demikian, pihak kuasa hukum belum bersedia mengungkap identitas pihak yang dimaksud.
Mereka menegaskan seluruh informasi akan disampaikan dalam proses hukum dan persidangan yang terbuka untuk publik.
"Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan," ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di luar nama-nama yang telah diumumkan penyidik.
Sony Merasa Tidak Sendiri Dalam Kasus MBG
Di balik proses hukum yang berjalan, terdapat sisi manusiawi yang mulai diungkap oleh pihak Sony.
Menurut Krisna, kliennya merasa tidak adil apabila hanya dirinya yang dianggap sebagai aktor utama dalam perkara dugaan korupsi MBG.
Sony, kata dia, meyakini terdapat pihak lain yang memiliki peran penting dalam tata kelola program tersebut.
Bahkan, ia mengaku berada dalam tekanan dan mendapatkan atensi dari sejumlah figur yang disebut memiliki pengaruh besar.
"Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Krisna.
Pernyataan ini menambah dinamika baru dalam penyidikan kasus MBG yang sejak awal menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut program strategis pemerintah untuk pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Mereka adalah mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa dalam konsep awal program MBG, pengelolaan seharusnya dilakukan oleh yayasan yang memiliki afiliasi dengan sekolah penerima manfaat.
Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut ditunjuk karena memiliki hubungan dengan petinggi BGN.
Kondisi tersebut diduga membuka ruang terjadinya penyimpangan dalam proses penunjukan mitra program.
Menurut Syarief, beberapa yayasan yang ditunjuk bahkan tidak memenuhi persyaratan sebagai mitra SPPG.
Meski demikian, yayasan-yayasan tersebut tetap memperoleh keuntungan besar dari program yang dibiayai negara.
"Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ujar Syarief.
Sorotan Publik Terhadap Program MBG
Kasus korupsi MBG menjadi perhatian luas karena program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
Ketika dugaan penyimpangan muncul, publik tidak hanya mempertanyakan kerugian negara, tetapi juga dampaknya terhadap penerima manfaat yang seharusnya memperoleh layanan terbaik.
Langkah Sony Sonjaya mengajukan Justice Collaborator berpotensi menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus ini.
Jika keterangannya dapat diverifikasi penyidik, bukan tidak mungkin lingkaran pihak yang terlibat akan semakin meluas.
Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada proses hukum yang berjalan di Kejaksaan Agung.
Publik kini menunggu apakah nama-nama besar yang disebutkan akan benar-benar terungkap dalam persidangan dan sejauh mana pengaruhnya terhadap pengusutan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.***