• Selasa, 18 Agustus 2026

Kabar Duka! Trisno PAS Band Meninggal, Perjuangannya Melawan Gagal Ginjal Jadi Sorotan

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Almarhum Trisno (Trisnoize), bassis PAS Band, dikenang sebagai salah satu musisi rock paling berpengaruh di Indonesia. Ia meninggal dunia pada 1 Agustus 2026 setelah berjuang melawan komplikasi penyakit.
Almarhum Trisno (Trisnoize), bassis PAS Band, dikenang sebagai salah satu musisi rock paling berpengaruh di Indonesia. Ia meninggal dunia pada 1 Agustus 2026 setelah berjuang melawan komplikasi penyakit.

Mediaraya.id - Industri musik Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Bassis PAS Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno dan dikenal dengan nama panggung Trisnoize, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh drummer PAS Band, Sandy Andarusman, melalui akun media sosialnya.

Dalam unggahannya, Sandy mengajak keluarga, sahabat, dan para penggemar untuk mendoakan almarhum serta memaafkan segala kesalahan semasa hidupnya.

Jenazah Trisno disemayamkan di Bandung dan dimakamkan pada Minggu (2/8/2026).

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan musisi, dan jutaan pencinta musik rock Tanah Air.

Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Sebelum berpulang, Trisno diketahui tengah berjuang melawan gagal ginjal stadium lanjut.

Kondisinya semakin kompleks setelah tim medis menemukan penyumbatan pembuluh darah di kepala yang berisiko memicu stroke sehingga harus menjalani operasi.

Drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa fungsi ginjal Trisno hanya tersisa sekitar lima persen sehingga harus menjalani cuci darah.

Meski sempat menunjukkan perkembangan, kondisinya kembali menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Pilar Penting PAS Band

Trisno merupakan salah satu sosok yang membentuk karakter musik PAS Band sejak era 1990-an.

Bersama Yukie, Bengbeng, dan Sandy, ia melahirkan banyak karya yang menjadi tonggak perkembangan musik rock alternatif Indonesia.

Permainan bass Trisno dikenal agresif, enerjik, dan menjadi identitas kuat PAS Band dalam sejumlah album yang sukses di industri musik nasional.

Dedikasinya selama lebih dari tiga dekade membuat namanya dikenang sebagai salah satu bassis terbaik Indonesia.

Gelombang Belasungkawa

Kepergian Trisno memicu gelombang belasungkawa dari berbagai musisi lintas generasi.

Andy /rif, Fadly Padi, Rizal Armada, Eddi Brokoli, hingga sejumlah grup musik lainnya menyampaikan doa melalui media sosial.

Ucapan duka juga datang dari ribuan penggemar yang mengenang Trisno sebagai musisi rendah hati, sederhana, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap perkembangan musik Indonesia.

Warisan Yang Tetap Hidup

Meski telah berpulang, karya-karya Trisno bersama PAS Band akan terus hidup melalui lagu-lagu yang menjadi bagian dari sejarah musik rock Indonesia.

Bagi banyak musisi muda, dedikasi dan karakter bermusiknya menjadi inspirasi bahwa konsistensi dan kecintaan terhadap musik mampu melahirkan karya yang dikenang lintas generasi.

Kepergian Trisno bukan sekadar kehilangan seorang personel band, tetapi juga hilangnya salah satu ikon yang ikut membentuk wajah musik rock Indonesia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

ChatGPT Go Resmi di Indonesia, Tawarkan Fitur Menarik

Selasa, 23 September 2025 | 13:05 WIB
X