MEDIARAYA.ID - Di tengah semarak persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, duka mendalam justru menyelimuti masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menelan sedikitnya 47 korban jiwa.
BNPB juga melaporkan ribuan warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.
Baca Juga: Intan Ali Saleng Turun Langsung Pimpin Barisan DWP Bulukumba, Semarakkan HUT ke-81 RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan publik bahwa NTT merupakan salah satu kawasan Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan gempa dan tsunami cukup tinggi.
Baca Juga: Bukan Sekedar Bundaran, Ini Cerita Di Balik Ikon Pinisi Yang Jadi Kebanggaan Bulukumba
BMKG menyebut wilayah NTT dipengaruhi sejumlah sumber gempa aktif, termasuk Sesar Naik Flores, Sesar Naik Sawu, serta zona megathrust di bagian selatan.
47 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Berdasarkan pembaruan data BNPB pada Minggu, 16 Agustus 2026, korban meninggal akibat gempa NTT telah mencapai 47 orang.
Baca Juga: Kronologi Siswa SMK di Kebumen Diduga Dibully: Diseret Saat Antre MBG hingga Berujung Laporan Polisi
Dampak bencana tidak hanya berupa korban jiwa.
Kerusakan bangunan, fasilitas publik, serta terganggunya akses transportasi membuat proses penanganan dan evakuasi masih berlangsung.