daerah

Air Payau Jadi Masalah Warga Punaga, UMI Hadirkan Alat Desalinasi Berkapasitas 250 Liter per Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:38 WIB
Dosen UMI dan Politeknik Muhammadiyah Makassar memperkenalkan alat desalinasi sederhana kepada warga pesisir Desa Punaga, Takalar (1st)

“Selain menyediakan air tawar, kami mengharapkan agar masyarakat dapat mendapatkan air bersih dan sehat sehingga tingkat kontaminasi air yang tersedia dapat dihilangkan,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, program PKM diarahkan bukan hanya untuk menghadirkan teknologi desalinasi, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan air dan kesehatan lingkungan.

Kampus Dan Masyarakat Berkolaborasi

Kepala Desa Punaga menyampaikan apresiasi kepada UMI, Politeknik Muhammadiyah Makassar, dan LPKM UMI atas pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga: Kemenkes Bangun RS di Manggarai untuk Korban Gempa NTT, Kapasitas Ditargetkan 100 Tempat Tidur

“Saya Kepala Desa Punaga mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen-dosen dari Universitas Muslim Indonesia dan Politeknik Muhammadiyah Makassar, serta Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) telah menghibahkan alat ini guna mendukung dan menyelesaikan masalah kebutuhan air bersih yang terdapat di wilayah Desa Punaga,” ucapnya.

Program ini sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung sebagai fasilitator dan memperoleh pengalaman pembelajaran berbasis masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program setelah tahapan pengabdian selesai.

Baca Juga: Viral! Pria Tanpa Busana Serang Pemotor di Lenteng Agung, Dua Pengendara Jadi Korban

Tim pengabdian berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga teknologi pengolahan air dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir Desa Punaga.

Program ini menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya berbentuk transfer teknologi, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan, peningkatan kapasitas masyarakat, edukasi kesehatan lingkungan, serta penguatan kemandirian dalam pengelolaan sumber daya air.

Dengan pendampingan dan pengelolaan yang konsisten, teknologi desalinasi sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air tawar di wilayah pesisir.***

Halaman:

Tags

Terkini