• Kamis, 20 Agustus 2026

Air Payau Jadi Masalah Warga Punaga, UMI Hadirkan Alat Desalinasi Berkapasitas 250 Liter per Hari

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:38 WIB
Dosen UMI dan Politeknik Muhammadiyah Makassar memperkenalkan alat desalinasi sederhana kepada warga pesisir Desa Punaga, Takalar (1st)
Dosen UMI dan Politeknik Muhammadiyah Makassar memperkenalkan alat desalinasi sederhana kepada warga pesisir Desa Punaga, Takalar (1st)

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Arinda Wahyuni, mengatakan teknologi yang dibawa tidak sekadar ditujukan untuk menghasilkan air tawar, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Diterbangkan

“Alat desalinasi sederhana merupakan alat yang menjadi solusi yang kami bawakan untuk membantu menyelesaikan masalah air payau yang ada di Desa Punaga. Tidak hanya menawarkan air tawar dan air bersih, tetapi kami harap dapat membantu ekonomi masyarakat di Desa Punaga,” ujarnya.

Tidak Hanya Teknologi, Masyarakat Diberi Pelatihan

Tim PKM menilai keberadaan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat agar alat dapat dikelola secara aman dan berkelanjutan.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Venue Pembukaan di Jombang Disiapkan untuk 5.000 Orang

Karena itu, program tersebut turut memberikan pelatihan K3 dan manajemen operasional kepada kelompok pengelola.

Ir. Rizki Ayu Saraswati mengatakan pelatihan tersebut penting agar masyarakat memahami aspek keselamatan, pengoperasian, serta pemeliharaan alat.

“Pelatihan K3 dan manajemen operasional yang kami adakan merupakan pelatihan yang sangat penting sehingga masyarakat khususnya tim pengelola dapat mengetahui hal-hal yang diperhatikan dalam mengelola alat desalinasi sederhana sehingga mengurangi dampak kecelakaan dan kerusakan,” ucapnya.

Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Masih di Mesir, Bareskrim Ungkap Kendala Pemulangannya ke Indonesia

Pendekatan lintas disiplin juga membuat program tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengolahan air, tetapi turut memperhatikan kesehatan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Dorong Air Yang Lebih Sehat

Dari sisi kesehatan lingkungan, kualitas air menjadi perhatian penting dalam program tersebut.

Sartika Fathir Rahman mengatakan, penyediaan air tawar perlu dibarengi dengan perhatian terhadap aspek kebersihan dan kesehatan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara aman.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Bulukumba Diperkuat, Syahruni Haris Teken Komitmen Bersama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X