• Kamis, 20 Agustus 2026

Air Payau Jadi Masalah Warga Punaga, UMI Hadirkan Alat Desalinasi Berkapasitas 250 Liter per Hari

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:38 WIB
Dosen UMI dan Politeknik Muhammadiyah Makassar memperkenalkan alat desalinasi sederhana kepada warga pesisir Desa Punaga, Takalar (1st)
Dosen UMI dan Politeknik Muhammadiyah Makassar memperkenalkan alat desalinasi sederhana kepada warga pesisir Desa Punaga, Takalar (1st)

MEDIARAYA.ID - Persoalan keterbatasan air tawar di wilayah pesisir Desa Punaga, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mendapat perhatian melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama dosen Politeknik Muhammadiyah Makassar serta kelompok masyarakat setempat.

Program tersebut menghadirkan alat desalinasi sederhana yang dirancang untuk membantu mengolah air payau menjadi air tawar sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber air secara mandiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah pengabdian tahun anggaran 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Muslim Indonesia.

Baca Juga: Diduga Coba Lecehkan Perempuan di Kos, Bripda AS Kini Ditahan Propam Polres Bulukumba

Program melibatkan tim lintas disiplin, yakni Ir. Arinda Wahyuni, ST, M.Ars, dosen Teknik Arsitektur UMI selaku ketua tim, Ir. Rizki Ayu Saraswati, ST, MT, dosen Teknik Sipil UMI, serta Sartika Fathir Rahman, SKM, M.KL, dosen Kesehatan Lingkungan Politeknik Muhammadiyah Makassar.

Selain para dosen, kegiatan tersebut melibatkan dua mahasiswa UMI dan Kelompok Tani SIPAKATUTU I di wilayah pesisir Desa Punaga.

Berawal Dari Persoalan Air Payau

Kondisi geografis wilayah pesisir membuat sebagian masyarakat Desa Punaga menghadapi keterbatasan akses terhadap air tawar untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Polres Bulukumba Gelar Binrohtal, Personel Diajak Perkuat Iman dan Berbakti kepada Orang Tua

Kepala Desa Punaga mengatakan, sebagian warga di wilayah pesisir harus membeli air tawar untuk kebutuhan memasak dan minum.

Sementara itu, beberapa rumah hanya memperoleh air dengan kondisi payau.

“Beberapa masyarakat di sini terutama di wilayah pesisir membeli air tawar untuk digunakan kebutuhan sehari-hari seperti masak dan minum, kondisi beberapa rumah di wilayah ini hanya bisa mendapat air payau,” ujar Kepala Desa Punaga.

Baca Juga: Prabowo Undang Petugas HUT ke-81 RI ke Hambalang, Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih

Persoalan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar tim PKM menghadirkan teknologi desalinasi sederhana sebagai alternatif pengolahan air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X