MEDIARAYA.ID - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Hidayatullah Makassar menggelar Ujian Munaqasyah bagi 42 mahasiswa tingkat akhir dari tiga program studi, Rabu (19/8/2026).
Ketiga program studi tersebut yakni Tadris Matematika, Ekonomi Syariah, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Ujian munaqasyah menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi mahasiswa karena menjadi forum untuk menguji sekaligus mempertanggungjawabkan hasil penelitian skripsi yang telah disusun.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun Asal Brebes Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Begini Kronologinya
Berbeda dari ujian internal biasa, prosesi akademik tersebut turut melibatkan Tim Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VII Sulampapua.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar, Dr. Abdul Kadir, M.A., di Ruang Rapat Yayasan Al Bayan, Makassar.
Munaqasyah Bukan Sekadar Formalitas
Dalam sambutannya, Abdul Kadir menegaskan bahwa ujian munaqasyah tidak boleh dipandang hanya sebagai tahapan administratif untuk menyelesaikan pendidikan sarjana.
Baca Juga: Kebakaran Besar di Pangkalan PO Sinar Jaya Cikarang, 50 Bus Hangus Terbakar
Menurutnya, munaqasyah merupakan bentuk pertanggungjawaban ilmiah mahasiswa terhadap penelitian yang telah mereka lakukan selama menempuh pendidikan.
“Ujian munaqasyah ini bagian penting dari perjalanan akademik sekaligus pertanggungjawaban ilmiah atas pendidikan yang ditempuh. Ukurannya bukan seberapa banyak yang kita ketahui, melainkan sejauh mana ilmu tersebut dapat kita pertanggungjawabkan,” tegas Abdul Kadir.
Ia juga meminta para mahasiswa tidak menjadikan kritik dan masukan penguji sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari proses akademik untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah.
Baca Juga: Amankan Nobar Piala Dunia 2026, Kapolsek Ujung Bulu Terima Penghargaan dari Bupati Bulukumba
“Jadikanlah momentum ini untuk terus belajar dan menyempurnakan hal-hal yang masih kurang,” tambahnya.