Pada akhirnya, Bundaran Pinisi bukan hanya sebuah bundaran di pusat Kabupaten Bulukumba. Ia adalah sebuah simbol.
Simbol tentang daerah yang tumbuh bersama laut, tentang para panrita lopi yang mempertahankan keterampilan leluhur, dan tentang sebuah kapal tradisional yang akhirnya menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Mungkin bagi sebagian orang, kapal Pinisi di tengah kota hanyalah pemandangan yang dilewati setiap hari.
Baca Juga: Tragis! Ibu dan Dua Anak Tewas Tertimbun Reruntuhan Rumah Akibat Gempa M 7,7 NTT
Namun bagi Bulukumba, ia adalah cerita tentang siapa mereka dan dari mana mereka berasal.***