daerah

Bukan Sekedar Bundaran, Ini Cerita Di Balik Ikon Pinisi Yang Jadi Kebanggaan Bulukumba

Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Bundaran Pinisi berdiri di kawasan pusat Kabupaten Bulukumba, menjadi salah satu ikon yang merepresentasikan identitas Bulukumba sebagai Butta Panrita Lopi. (1st)

Jika hanya dilihat sebagai sebuah bangunan, Bundaran Pinisi mungkin hanyalah salah satu landmark kota.

Tetapi bagi Bulukumba, kapal Pinisi memiliki cerita yang jauh lebih panjang.

Bulukumba dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi pembuatan kapal Pinisi, khususnya di kawasan Bontobahari.

Baca Juga: Prabowo Bergerak Cepat! 50.000 Paket Sembako Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Di tangan para panrita lopi, kapal dibuat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang membuat nama Bulukumba dikenal hingga ke luar Sulawesi Selatan.

Warisan Yang Diakui Dunia

Kisah Pinisi kemudian mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.

Baca Juga: Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI di Bulukumba, 100 Personel Polres Turun Amankan Rute

Pada 2017, Pinisi: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Pengakuan itu memperlihatkan bahwa tradisi pembuatan Pinisi bukan hanya memiliki arti bagi masyarakat lokal, tetapi juga mempunyai nilai budaya yang penting bagi dunia.

Karena itu, replika kapal Pinisi yang berdiri di pusat Bulukumba dapat dipandang sebagai pengingat terhadap warisan tersebut.

Baca Juga: Umy Asyiatun Hadiri Pengukuhan 72 Paskibraka Bulukumba, Titip Pesan Soal Disiplin dan Nasionalisme

Setiap orang yang melintas sebenarnya sedang melewati sebuah simbol dari tradisi maritim yang telah berlangsung panjang.

Dari Bundaran Pinisi, Cerita Bulukumba Dimulai

Halaman:

Tags

Terkini