Pemilik akun juga membagikan kondisi laut di sekitar kawasan hotel.
Dalam keterangannya, ia menyebut permukaan air laut sempat mengalami perubahan setelah gempa susulan dirasakan.
Baca Juga: Anggaran Bantuan Petani dan UMKM Hilang di SIPD, Kaspul Desak Pemkab Bulukumba Cari Solusi
“Gempa di Labuan Bajo. Sebelum ada gempa susulan, air laut belum surut, begitu gempa susulan berlanjut air laut mulai surut,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi air laut sebelumnya masih normal ketika direkam.
“Tadi pagi masih enggak surut lho divideoin, sumpah ini langsung surut,” lanjutnya.
Gempa Susulan Masih Dirasakan
Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun mengungkapkan bahwa gempa susulan masih beberapa kali dirasakan.
Ia juga menyebut petugas Basarnas telah mendatangi hotel tempatnya menginap untuk memberikan arahan kepada para pengunjung.
Menurut keterangannya, petugas meminta warga bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya tsunami.
Baca Juga: DPRD Bulukumba Ikuti Pidato Kenegaraan Prabowo, Bahas Arah APBN 2027
“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” tulisnya.
Dalam video lainnya, ia memperlihatkan kondisi laut yang disebut sempat kembali naik sebelum kemudian surut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena gempa M 7,7 yang berpusat di laut memang sempat dinyatakan berpotensi tsunami oleh BMKG.