“Ini seperti sudah KLB kalau sebanyak itu yang jadi korban, kok responnya begitu?” tulis akun akun @lin********h
Baca Juga: Hari Anak Nasional ke-42 di Bulukumba, Andi Utta Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Kekerasan
“Maksudnya mungkin anak-anak itu keadaannya sudah membaik, jadi tidak terlalu parah. Tapi memang tutur bahasanya kurang tepat,” tulis akun @dea******g
Perdebatan tersebut terutama berkaitan dengan pilihan kata dalam menyampaikan kondisi darurat kesehatan, bukan semata-mata mengenai kondisi medis para siswa.
Penyebab Masih Perlu Dipastikan
Kasus ini masih berada pada tahap dugaan. Hingga pendataan dan pemeriksaan selesai, belum dapat disimpulkan secara pasti bahwa makanan program MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Baca Juga: Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih, Tukang Cukur Bogor Akhirnya Minta Maaf
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan medis dan investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi, termasuk bila diperlukan pemeriksaan sampel makanan serta penelusuran proses pengolahan dan distribusinya.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala memperoleh penanganan medis dan pemantauan sampai kondisi mereka benar-benar pulih.
Di tengah meningkatnya perhatian publik, transparansi mengenai hasil pemeriksaan menjadi penting agar informasi mengenai kasus dugaan keracunan MBG di Berastagi tidak berkembang menjadi spekulasi.***