"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ujar Prabowo.
Ia menyebut sebagian persoalan yang ditangani merupakan masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
"Artinya, kita bisa mengatakan kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," lanjutnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah Hadiri HAN ke-42
Sejumlah Kebijakan Yang Disorot
Dalam pidato yang sama, Prabowo turut menyampaikan sejumlah kebijakan yang disebut sebagai bagian dari transformasi pemerintahannya.
Di sektor pangan, ia menyinggung penyederhanaan penyaluran pupuk.
Prabowo menyebut pemerintah menghapus 145 aturan terkait penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.
Baca Juga: Jelang Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Minta Tak Ada Peringatan Berlebihan
Pada sektor energi, Prabowo menyatakan Indonesia mulai 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar setelah pemerintah menerapkan produksi diesel berbasis B50 dari kelapa sawit.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut diperkirakan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.
Ia juga menyebut program Makan Bergizi Gratis, hilirisasi serta sejumlah bantuan sosial sebagai bagian dari kebijakan yang telah dieksekusi pemerintah.
Baca Juga: Detik-detik Ambulans Tabrak Anak 10 Tahun Saat Karnaval di Pinrang, Sopir Nyaris Diamuk Massa
Pemerintah Diminta Terus Menyelesaikan Persoalan
Prabowo menegaskan capaian selama 21 bulan tersebut bukan berarti seluruh persoalan bangsa telah selesai.