Mediaraya.id - Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat budaya inovasi sebagai fondasi transformasi tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), pemerintah menggelar Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah yang dirangkaikan dengan Workshop Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Award 2026 di Gedung Pinisi Lantai IV, Rabu, 8 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam memperkuat sinergi antar perangkat daerah, menyamakan persepsi mengenai pengelolaan inovasi, sekaligus memastikan setiap inovasi memenuhi indikator penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, Irma Darmayanti Untung, mengungkapkan bahwa sepanjang periode 2022 hingga 2026, Kabupaten Bulukumba telah melahirkan 285 inovasi daerah yang tersebar di berbagai sektor pemerintahan, terutama pelayanan dasar masyarakat.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif, efisien, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Jumlah inovasi yang telah lahir patut kita syukuri. Namun yang lebih penting adalah memastikan inovasi tersebut terus berjalan, memberi manfaat, dan menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah," ujar Irma.
Bidang Pemerintahan Dominasi Inovasi
Data Bapperida menunjukkan, dari total 285 inovasi yang tercatat, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjadi penyumbang terbesar dengan 263 inovasi.
Sementara Bidang Prasarana dan Wilayah menyumbang 22 inovasi, disertai berbagai inovasi di sektor ekonomi dan sumber daya alam yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Dominasi inovasi pada sektor pelayanan dasar menunjukkan bahwa transformasi birokrasi di Bulukumba semakin diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif.
Tiga Fokus Penguatan Ekosistem Inovasi
Dalam arahannya, Irma Darmayanti Untung menegaskan terdapat tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah dalam memperkuat ekosistem inovasi.
Pertama, memastikan keberlanjutan inovasi sehingga tidak berhenti pada pemenuhan administrasi maupun kompetisi semata, tetapi benar-benar terintegrasi ke dalam standar operasional prosedur (SOP) dan menjadi bagian dari sistem kerja pemerintahan.
Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor agar inovasi yang dikembangkan setiap perangkat daerah saling terhubung dan mampu menghasilkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Ketiga, meningkatkan pemanfaatan data digital yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga setiap program pembangunan lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien.
Pendampingan Teknis Penginputan IGA Award
Workshop juga menghadirkan Konsultan Inovasi Daerah, Abdurrahman Ramlan, yang memberikan pendampingan teknis kepada peserta mengenai tata cara penginputan dokumen, pengisian indikator penilaian, serta penyusunan eviden pada aplikasi IGA Award.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh inovasi Kabupaten Bulukumba terdokumentasi secara lengkap dan memenuhi standar penilaian nasional, sehingga memiliki peluang lebih besar meraih hasil optimal pada ajang IGA Award 2026.
Melalui workshop ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.
Tidak hanya mengejar prestasi dalam kompetisi nasional, tetapi juga memastikan setiap inovasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, efektivitas pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat.***