• Selasa, 18 Agustus 2026

Transformasi Layanan Kesehatan, RSUD Bulukumba Perkuat Budaya Pelayanan Prima

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Kamis, 9 Juli 2026 | 13:54 WIB
Tenaga kesehatan dan tenaga pendukung RSUD Bulukumba mengikuti Bimtek Service Excellence sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kepuasan pasien.
Tenaga kesehatan dan tenaga pendukung RSUD Bulukumba mengikuti Bimtek Service Excellence sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kepuasan pasien.

Mediaraya.id - RSUD Bulukumba terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Komitmen RSUD Bulukumba tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Service Excellence atau pelayanan prima yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 9-11 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lantai III Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja ini diikuti tenaga kesehatan serta tenaga pendukung dari berbagai unit pelayanan.

Bimtek menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam membangun budaya kerja yang menempatkan kepuasan pasien sebagai prioritas utama, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi proses akreditasi.

Konsep Service Excellence yang diterapkan menitikberatkan pada profesionalisme, keramahan, empati, komunikasi yang efektif, serta penerapan standar keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua LAM-KPRS, dr. Andi Wahyuningsih Attas, serta Kepala Bagian Pengembangan SDM, Penelitian, dan Pengembangan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, dr. Andi Marlah Susyanti Akbar, yang mewakili Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba.

Dalam sambutannya, dr. Andi Marlah Susyanti Akbar menegaskan bahwa Bimtek Service Excellence merupakan bagian dari transformasi pelayanan rumah sakit agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kompetensi tenaga medis dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari sikap, komunikasi, dan kepedulian seluruh sumber daya manusia rumah sakit terhadap pasien dan keluarganya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tim LAM-KPRS atas dukungan berupa pendampingan, pembinaan, serta berbagi pengalaman dalam meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat budaya keselamatan pasien di lingkungan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja.

Sementara itu, Ketua LAM-KPRS, dr. Andi Wahyuningsih Attas, menekankan bahwa keberhasilan akreditasi rumah sakit tidak hanya bergantung pada kelengkapan administrasi maupun dokumen pendukung.

Menurutnya, tim surveior akan melihat secara langsung bagaimana budaya mutu dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayanan.

Karena itu, seluruh elemen rumah sakit dituntut memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Akreditasi adalah cerminan dari implementasi budaya mutu yang dijalankan setiap hari, bukan hanya saat proses survei berlangsung," tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis di dalam kelas.

Tim pendamping juga melakukan pembinaan langsung ke berbagai unit pelayanan untuk memastikan prinsip-prinsip Service Excellence dapat diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hari.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya pelayanan prima yang berkelanjutan, meningkatkan kepuasan pasien, memperkuat keselamatan pelayanan, serta mendorong terciptanya rumah sakit yang semakin profesional, bermutu, dan dipercaya masyarakat.

Melalui Bimtek ini, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba semakin memantapkan langkah menuju transformasi layanan kesehatan yang paripurna, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

X