Mediaraya.id - Kabupaten Bulukumba kembali mencatat prestasi membanggakan di sektor pendidikan.
Untuk dua tahun berturut-turut, daerah berjuluk Bumi Panrita Lopi dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kepercayaan tersebut dinilai menjadi indikator kuat bahwa Kabupaten Bulukumba memiliki potensi besar sebagai laboratorium pembelajaran sekaligus mitra strategis perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat.
Sebanyak 28 mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, di Aula Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, Kamis (25/6/2026).
Prosesi penyambutan turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daud Kahal, Kepala Bapperida Andi Irma Darmayanti, Kepala Kesbangpol Ahmad Arfan, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Camat Bontobahari, Kepala Desa Bira dan Darubiah, serta perwakilan alumni UGM di Bulukumba, Alimin.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, drg. Mayu Winnie Rachmawati, mengikuti seremoni secara virtual.
Bukti Komitmen Bulukumba Di Bidang Pendidikan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Andi Edy Manaf menyampaikan apresiasi atas kembali dipilihnya Bulukumba sebagai lokasi KKN-PPM UGM.
Menurutnya, kepercayaan tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mempercepat pembangunan daerah melalui pendekatan akademik dan pemberdayaan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulukumba, saya mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa KKN-PPM UGM di Bumi Panritalopi. Kami bangga karena Bulukumba kembali dipercaya menjadi lokasi KKN UGM setelah tahun lalu juga menjadi tempat pelaksanaan program yang sama," ujar Andi Edy Manaf.
Ia menegaskan, pelaksanaan KKN-PPM bukan sekadar implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan wadah mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama lintas disiplin, komunikasi sosial, hingga penyusunan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Hasil KKN-PPM diharapkan mampu melahirkan kontribusi konkret dari mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang produktif, mandiri, dan berdaya saing," tambahnya.
Fokus Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Dosen Pembimbing Lapangan, drg. Mayu Winnie Rachmawati, menjelaskan bahwa sebanyak 28 mahasiswa tersebut terdiri dari 15 mahasiswi dan 13 mahasiswa.
Mereka dibagi ke dalam dua subunit yang ditempatkan di Desa Bira dan Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari, hingga pekan kedua Agustus 2026.
Mayu berharap Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama masyarakat dapat membimbing para mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
"Kami menitipkan mahasiswa untuk dibimbing, diarahkan, dan diberikan ruang belajar agar mereka benar-benar memahami kondisi nyata masyarakat. Semoga menjadi pengalaman berharga, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat Bulukumba," katanya.
Usung Model Pembangunan Berbasis Data Dan Potensi Lokal
Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM Bulukumba, Muhammad Zikri Abdussalam, menjelaskan bahwa program tahun ini mengusung tema:
"Penguatan Pendekatan Terintegrasi Berbasis Sistem, Data, dan Kapasitas Lokal untuk Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Bira dan Desa Darubiah melalui Pengelolaan Desa Wisata, Ekonomi Lokal, serta Lingkungan yang Mandiri dan Berkelanjutan menuju Masyarakat yang Sehat, Cakap, dan Berdaya Saing."
Tema tersebut menitikberatkan pada penguatan desa wisata, pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan pesisir, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi.
Melanjutkan Kolaborasi Tahun Sebelumnya
Program KKN-PPM UGM di Bulukumba merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin pada 2025.
Saat itu, sebanyak 53 mahasiswa UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Kajang dan Bontobahari setelah diterima langsung oleh Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf.
Keberlanjutan kerja sama tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Dengan sinergi yang terus terbangun, Bulukumba diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, tetapi juga berkembang sebagai model kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.***