• Selasa, 18 Agustus 2026

Ancaman Siber Meningkat, Pemkab Bulukumba Siapkan Garda Terdepan Pengamanan Data Pemerintah

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Kamis, 25 Juni 2026 | 17:24 WIB
Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bulukumba menggelar Workshop Keamanan Informasi guna meningkatkan kapasitas Admin Satu Data dalam menghadapi ancaman siber dan menjaga keamanan data pemerintahan.
Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bulukumba menggelar Workshop Keamanan Informasi guna meningkatkan kapasitas Admin Satu Data dalam menghadapi ancaman siber dan menjaga keamanan data pemerintahan.

Mediaraya.id - Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat fondasi transformasi digital melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan informasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Keamanan Informasi bertema “Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik yang Aman dan Terpercaya” yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba di Ruang Lemo-lemo, Lantai 4 Gedung Pinisi, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan program Satu Data Indonesia yang mengedepankan tata kelola data yang aman, terintegrasi, dan berkualitas.

Workshop diikuti para Admin Satu Data Indonesia dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor kecamatan, hingga kelurahan se-Kabupaten Bulukumba.

Mereka memiliki peran penting sebagai pengelola data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pelayanan publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam menjaga keamanan informasi.

“Data merupakan aset penting pemerintah. Karena itu, setiap pengelola data harus memahami prinsip-prinsip keamanan informasi agar data yang dikelola tetap terjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaannya,” ujarnya.

Menurut Andi Uke, tantangan keamanan data di era digital semakin kompleks.

Oleh karena itu, seluruh aparatur pemerintah, khususnya para admin pengelola data, harus memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman siber yang berpotensi mengganggu sistem pemerintahan.

“Urusan keamanan data ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pengelola data di setiap OPD,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, workshop menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Ahmad Tasyrif Arief.

Dalam pemaparannya, Ahmad menjelaskan berbagai ancaman keamanan siber yang saat ini banyak menyasar institusi pemerintah, mulai dari malware, phishing, hingga ransomware.

Ia juga membahas praktik terbaik dalam perlindungan sistem informasi pemerintah dan pentingnya membangun budaya sadar keamanan siber di lingkungan birokrasi.

Menurutnya, ancaman siber tidak hanya menyasar infrastruktur teknologi, tetapi juga memanfaatkan kelengahan pengguna.

Karena itu, peningkatan literasi keamanan digital menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan layanan publik berbasis elektronik.

Melalui kegiatan yang digelar Bidang Persandian dan Statistik tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap seluruh Admin Satu Data Indonesia mampu menerapkan standar keamanan informasi secara konsisten di unit kerja masing-masing.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat implementasi Satu Data Indonesia dan SPBE di Kabupaten Bulukumba sehingga pelayanan publik berbasis digital dapat berjalan lebih efektif, aman, transparan, dan terpercaya di tengah meningkatnya tantangan keamanan siber.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

X