Mediaraya.id - Istri Menteri Dalam Negeri, Tri Suswati Tito Karnavian mengakhiri rangkaian kunjungannya di Kabupaten Bulukumba dengan meninjau Gedung Pinisi, salah satu ikon pelayanan publik modern milik Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, Tri Suswati Tito Karnavian bersama rombongan mengunjungi kawasan wisata Tanjung Bira serta sentra pembuatan perahu Pinisi di Tana Beru.
Kunjungan ke Gedung Pinisi menjadi agenda penutup sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makassar.
Kunjungan ini menjadi kali kedua bagi istri Tito Karnavian tersebut ke Kabupaten Bulukumba.
Pada tahun 2023 lalu, ia pernah hadir mendampingi Menteri Dalam Negeri dalam kegiatan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih.
Saat meninjau gedung pelayanan terpadu yang memiliki empat lantai tersebut, Tri Suswati didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.
Ia melihat secara langsung fasilitas pelayanan publik yang menampung sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Tri Suswati mengaku kagum dengan konsep bangunan dan suasana Gedung Pinisi yang modern dan representatif.
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki gedung tersebut memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan kantor pemerintahan di daerah pada umumnya.
“Gedungnya sangat bagus. Suasananya seperti bukan di daerah kabupaten,” ujar Tri Suswati.
Menurutnya, keberadaan gedung pelayanan publik yang terintegrasi seperti Gedung Pinisi dapat memberikan kemudahan sekaligus kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi dan layanan pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana yang modern.
Kehadiran Gedung Pinisi bersama Gedung Ammatoa menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, efektif, dan nyaman.
Dengan konsep pelayanan terpadu dan fasilitas yang representatif, Gedung Pinisi kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan, tetapi juga menjadi salah satu simbol kemajuan tata kelola pelayanan publik di Kabupaten Bulukumba.***