Mediaraya.id - RSUD Bulukumba menggelar In House Training (IHT) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).
IHT tersebut sebagai langkah memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, nyaman, dan berorientasi pada mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula IGD Lantai III RSUD Bulukumba, Rabu (10/6/2026), diikuti oleh 163 peserta dari berbagai unit kerja.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperkuat budaya keselamatan serta memenuhi standar pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan.
IHT tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik, Penunjang Medik dan Keperawatan, dr. Rismayanti Waris, M.Kes., Sp.GK.
Turut hadir Kepala Bidang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, dr. A. Marla Susyanti Akbar, M.Tr.Adm.Kes., serta Ketua Pokja Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Apt. St. Naima Masyar, M.Kes.
Dalam sambutannya, dr. Rismayanti Waris menegaskan bahwa penerapan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan layanan rumah sakit yang berkualitas.
Menurutnya, pengelolaan fasilitas yang baik tidak hanya menjaga standar sarana dan prasarana rumah sakit, tetapi juga bertujuan mengurangi risiko yang dapat mengancam keselamatan pasien, pengunjung, maupun tenaga kesehatan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh pegawai memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga lingkungan kerja yang aman, sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim narasumber internal RSUD Bulukumba yang membahas berbagai aspek penting dalam penerapan MFK di lingkungan rumah sakit.
Materi yang diberikan mencakup konsep dan kebijakan MFK, keselamatan dan keamanan lingkungan rumah sakit, pencegahan serta penanggulangan kebakaran, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah medis, hingga sistem utilitas serta pemeliharaan fasilitas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, keselamatan pasien, staf dan pengunjung, serta mekanisme pelaporan dan mitigasi risiko keselamatan.
Ketua Pokja MFK, Apt. St. Naima Masyar, M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan rumah sakit sekaligus mendukung pencapaian standar akreditasi rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, RSUD Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi SDM, pengelolaan fasilitas yang optimal, serta penerapan budaya keselamatan yang berkelanjutan demi memberikan layanan yang aman, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat.***