Mediaraya.id - Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf yang mempresentasikan usulan pemenuhan infrastruktur kesehatan kepada Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang akrab disapa Andi Utta didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. H. Muhammad Amrullah, S.Ked., M.Kes, serta Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG(K), M.Kes.
Bupati Andi Utta memaparkan kondisi terkini fasilitas kesehatan di Bulukumba, termasuk berbagai kebutuhan strategis untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan, Kabupaten Bulukumba saat ini memiliki 21 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan, dua rumah sakit daerah, serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang dipersiapkan menjadi pusat rujukan laboratorium di wilayah Bulukumba.
Namun, sejumlah fasilitas kesehatan masih membutuhkan penguatan sarana, prasarana, dan alat kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Adapun usulan prioritas yang diajukan mencakup pengembangan fasilitas dan alat kesehatan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja sebagai rumah sakit rujukan regional Sulawesi Selatan bagian timur.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan penguatan fasilitas RSUD H. Andi Makkarodda Tanete, rehabilitasi delapan puskesmas, pengadaan ambulans layanan rujukan, serta pemenuhan peralatan Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba dr. Muhammad Amrullah menjelaskan, RSUD H. Andi Makkarodda Tanete masih membutuhkan sejumlah sarana pelayanan seperti poli jiwa, fisioterapi, layanan PONEK, dan layanan VCT.
Rumah sakit tersebut juga membutuhkan tambahan alat kesehatan yang sesuai dengan kompetensi layanan serta fasilitas hunian atau rumah dinas bagi tenaga kesehatan.
Untuk tingkat puskesmas, pemerintah daerah mengusulkan rehabilitasi berat terhadap delapan puskesmas karena kondisi bangunan yang telah menua dan membutuhkan penataan ulang.
Delapan puskesmas tersebut meliputi Puskesmas Ujung Loe, Bonto Bangun, Ponre, Herlang, Tanete, Bontotiro, Gattareng, dan Karassing.
Selain rehabilitasi gedung, kebutuhan pengadaan ambulans juga menjadi prioritas di delapan puskesmas karena sebagian armada yang tersedia sudah tidak layak digunakan untuk pelayanan rujukan pasien.
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono bersama jajaran Kementerian Kesehatan memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Pertemuan ini menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional menuju pelayanan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap dukungan Kementerian Kesehatan RI terhadap usulan tersebut dapat mempercepat pemerataan infrastruktur kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Bulukumba.***