Mediaraya.id - Pantai Apparalang menjadi sorotan setelah peristiwa tragis yang merenggut nyawa Elmi Febrianti, warga Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan pentingnya penataan dan tata kelola kawasan wisata tersebut agar keselamatan pengunjung lebih terjamin.
Korban diketahui terjatuh di kawasan wisata Pantai Apparalang yang berada di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari.
Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan hingga larut malam, jenazah Elmi akhirnya berhasil ditemukan.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di salah satu destinasi wisata yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata alam Bulukumba.
Pemkab Bulukumba Sampaikan Belasungkawa
Pemkab Bulukumba melalui Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Elmi Febrianti.
“Kita tentu menyayangkan kejadian yang memakan korban dari pengunjung ini sehingga Pemda menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Elmi Febrianti, warga Kecamatan Herlang,” kata Andi Ayatullah Ahmad, Senin, 8 Juni 2026.
Ucapan belasungkawa tersebut tidak hanya menjadi bentuk empati pemerintah kepada keluarga korban, tetapi juga mencerminkan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan wisata Apparalang.
Bagi masyarakat Bulukumba, peristiwa ini meninggalkan luka mendalam karena melibatkan seorang warga yang datang menikmati keindahan alam namun justru menjadi korban kecelakaan.
Suasana duka semakin terasa setelah proses pencarian berlangsung selama berjam-jam.
Tim gabungan dari Basarnas dan BPBD bekerja tanpa mengenal waktu demi menemukan korban di tengah kondisi medan pesisir yang cukup menantang.
“Alhamdulillah jenazah korban tenggelam sudah ditemukan setelah Basarnas dan BPBD bekerja keras melakukan pencarian hingga tengah malam,” ujarnya.
Tata Kelola Wisata Apparalang Kembali Jadi Perhatian
Di balik tragedi Apparalang tersebut, muncul kembali persoalan lama terkait pengelolaan kawasan wisata yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Menurut Andi Ayatullah Ahmad, Desa Ara memang telah ditetapkan sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan Bupati Bulukumba.
Namun, persoalan perizinan dan tata kelola kawasan wisata Apparalang disebut masih belum sepenuhnya tuntas.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mengkaji berbagai opsi agar pengelolaan kawasan wisata tersebut dapat berjalan sesuai regulasi sekaligus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Hal ini menjadi penting mengingat Apparalang merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang menawarkan panorama tebing karst dan laut lepas.
Tingginya jumlah kunjungan wisatawan menuntut adanya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, termasuk aspek keselamatan dan mitigasi risiko.
Pengelolaan Apparalang Masih Menjadi Polemik
Andi Ayatullah menjelaskan bahwa kawasan wisata Apparalang berada di atas tanah negara.
Namun sejak 2016, pengelolaan kawasan tersebut dilakukan oleh pihak swasta atau yayasan.
“Pemerintah daerah selama ini menginginkan agar pengelolaan kawasan wisata tersebut dapat ditata dan diambil alih supaya lebih tertib serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun pihak yayasan tetap ingin mengelola secara mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Bulukumba telah melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Upaya itu meliputi penyusunan kebijakan, penganggaran, koordinasi lintas sektor, mediasi, inventarisasi aset hingga langkah-langkah penegakan hukum.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sektor pariwisata melalui penetapan desa wisata dan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA).
Harapan Perbaikan Demi Keselamatan Wisatawan
Tragedi yang menimpa Elmi Febrianti menjadi pengingat bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berbicara tentang daya tarik destinasi, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap persoalan pengelolaan kawasan wisata Apparalang dapat segera menemukan titik temu.
Dengan demikian, destinasi unggulan tersebut dapat dikelola sesuai regulasi, memiliki standar keamanan yang jelas, serta mampu memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak terkait untuk memperkuat tata kelola destinasi wisata.
Sebab, keberhasilan sebuah objek wisata tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kemampuannya menjamin keselamatan setiap orang yang datang menikmati keindahan alamnya.***