Mediaraya.id - Polres Bulukumba memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa tenggelamnya seorang siswi bernama Elmi Febrianti di kawasan wisata Pantai Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.
Peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.
Korban diketahui datang berwisata ke Apparalang yang merupakan salah satu destinasi unggulan Bulukumba yang dikenal dengan panorama tebing karang dan laut lepas yang memukau.
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto melalui Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid menegaskan bahwa pihak Polres Bulukumba akan mengusut secara objektif seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
“Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara jelas penyebab terjadinya peristiwa tersebut, termasuk apakah terdapat unsur pidana ataupun kelalaian yang berkontribusi terhadap kejadian ini,” kata AKP Andi Imran Hamid, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lokasi, korban bersama rekannya tiba di kawasan wisata Apparalang dan menuju area dermaga serta spot foto yang berada di pinggir tebing.
Saat itu, korban meminta rekannya untuk mengambil foto dirinya.
Korban kemudian berjalan di atas papan kayu yang menjadi salah satu titik favorit pengunjung untuk berfoto dengan latar pemandangan laut.
Namun nahas, ketika berada di atas papan yang menjorok ke arah laut tersebut, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terpeleset hingga jatuh ke perairan di bawah tebing.
“Dari keterangan saksi, korban diduga terpeleset saat berada di area spot foto yang berada di pinggir tebing. Setelah jatuh ke laut, korban terseret arus dan dinyatakan hilang,” ungkap AKP Andi Imran Hamid.
Laporan kejadian yang diterima aparat langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian dan penyelamatan oleh Tim SAR Gabungan.
Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kabupaten Bulukumba, Polres Bulukumba, TNI, pemerintah setempat, serta relawan kemanusiaan.
Tim SAR melakukan asesmen lokasi, dokumentasi, serta penyisiran di sekitar titik jatuhnya korban menggunakan perahu karet dan metode pencarian lainnya.
Operasi berlangsung hingga malam hari dengan kondisi medan yang cukup menantang akibat arus laut dan karakteristik tebing di kawasan tersebut.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 00.10 WITA.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,5 kilometer dari titik awal terjatuh.
Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh petugas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Meski korban telah ditemukan, proses hukum dan penyelidikan masih terus berjalan.
Kepolisian menyatakan akan memeriksa sejumlah pihak, termasuk saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian dan pengelola objek wisata.
Menurut AKP Andi Imran Hamid, penyidik masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban sebagai bagian dari tahapan awal proses hukum.
Setelah laporan diterima, penyidik akan mengumpulkan berbagai bukti serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait guna memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
“Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Semua kemungkinan akan didalami, termasuk ada atau tidaknya unsur kelalaian,” tegasnya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan di kawasan wisata alam yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Pengelola destinasi wisata diharapkan memastikan seluruh fasilitas yang digunakan pengunjung memenuhi standar keamanan, sementara wisatawan diminta lebih berhati-hati saat berada di area tebing, dermaga, maupun spot foto yang berdekatan dengan laut.
Tragedi yang merenggut nyawa Elmi Febrianti ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Di sisi lain, hasil penyelidikan yang sedang dilakukan diharapkan mampu memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan di destinasi wisata Bulukumba.***