• Selasa, 18 Agustus 2026

Pemkab Bulukumba Pantau Harga Pangan, Minyak Goreng Jadi Buruan Warga

Photo Author
Andi Fendy, Mediaraya.id
- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:27 WIB
Pemkab Bulukumba bersama Forkopimda dan TPID melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Cekkeng, Kamis (21/5/2026), untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Pemkab Bulukumba bersama Forkopimda dan TPID melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Cekkeng, Kamis (21/5/2026), untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Mediaraya.id - Keramaian Pasar Tradisional Cekkeng, Kamis pagi, 21 Mei 2026, mendadak berbeda.

Di sela aktivitas tawar-menawar warga menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, rombongan Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Forkopimda turun langsung memantau harga pangan dan stok kebutuhan pokok masyarakat.

Pemantauan harga pangan Bulukumba itu dipimpin Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga sejumlah kepala OPD.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga sembako, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas pangan masih berada dalam kondisi stabil dan terjangkau.

“Secara umum harga masih dalam kondisi stabil dan terjangkau. Ada beberapa komoditas yang sedikit naik, namun ada juga yang turun seperti cabai merah, cabai rawit, beras, telur, ayam potong, ikan kering, dan minyak goreng,” ujar Andi Edy Manaf saat berdialog dengan pedagang, Kamis, 21 Mei 2026.

TPID Bulukumba Pastikan Inflasi Masih Terkendali

Sebelum turun ke Pasar Cekkeng, Pemkab Bulukumba terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi TPID di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bulukumba Fahidin HDK, Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba Erwin Juma, unsur Polres Bulukumba, Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam forum itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bulukumba Daud Kahal memaparkan hasil High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Selatan dan rapat pengendalian inflasi Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Daud, kondisi inflasi daerah dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bulukumba masih dalam kategori aman.

Ketersediaan kebutuhan pokok juga dinilai cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.

Situasi itu menjadi kabar positif di tengah tren kenaikan harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Harga Minyak Goreng Jadi Sorotan

Meski mayoritas harga kebutuhan pokok relatif stabil, Pemkab Bulukumba memberi perhatian khusus terhadap harga minyak goreng yang mengalami kenaikan di beberapa lapak pedagang.

Kenaikan tersebut diduga dipicu terbatasnya stok dan distribusi barang di pasaran.

Di sela pemantauan, Wakil Bupati Edy Manaf terlihat beberapa kali berdiskusi dengan pedagang mengenai pasokan minyak goreng dan daya beli masyarakat.

Wajah para pedagang tampak berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar harga tidak terus bergerak naik.

Kondisi itu kembali terlihat saat rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Taman Kota atau Pasar Tua.

Di tenant Bulog, antrean warga terlihat cukup ramai.

Minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat.

Melihat tingginya permintaan, Edy Manaf meminta Bulog segera melakukan intervensi pasar agar distribusi dan stok minyak goreng tetap terjaga.

“Harusnya stok Bulog didistribusikan ke pasar-pasar sehingga stok dan distribusi tetap terjaga,” tegasnya.

Suasana Humanis Di Tengah Pemantauan Pasar

Ada suasana berbeda dalam pemantauan pasar kali ini.

Di tengah agenda resmi, Wakil Bupati Bulukumba juga menyempatkan membeli dagangan pedagang kecil seperti gogos, sayuran, dan ikan.

Momen itu langsung menarik perhatian warga pasar.

Suasana menjadi lebih hangat ketika gogos yang dibeli kemudian dibagikan gratis kepada masyarakat di sekitar rombongan.

Bagi pedagang, kehadiran pemerintah secara langsung di pasar memberi rasa diperhatikan.

Sementara bagi warga, langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang Idul Adha.

Pemantauan harga pangan Bulukumba pun tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bentuk respons pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan.

Pemkab Bulukumba Siapkan Langkah Antisipasi

Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama TPID memastikan pemantauan harga dan distribusi pangan akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia di pasaran.

Jika distribusi dan stok pangan dapat dijaga dengan baik, pemerintah optimistis gejolak harga menjelang HBKN bisa ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Andi Fendy

Tags

Terkini

X