Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengatakan tim SAR gabungan mengerahkan tiga tim menuju kawasan kawah Gunung Slamet.
Baca Juga: Pimpinan dan Anggota DPRD Bulukumba Kompak Hadiri Upacara HUT ke-81 RI
Pengerahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang ekstrem serta risiko keselamatan selama proses evakuasi.
“Ada empat pendaki bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas,” kata Hengky.
Untuk proses evakuasi, tim menggunakan perlengkapan khusus mountaineering.
Baca Juga: Polres Bulukumba Ungkap Pencurian 700 Kg Kopra di Ujung Loe, 4 Orang Diamankan
Petugas juga membawa tabung berisi breathing apparatus (BA) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya gas berbahaya di dalam kawah.
Evakuasi Berlangsung Hingga Dini Hari
Operasi evakuasi kemudian berhasil dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan laporan terbaru, jenazah korban berhasil dibawa turun dari kawasan puncak Gunung Slamet pada Rabu, 19 Agustus 2026 dini hari.
Baca Juga: Masjid Terapung Pantai Merpati Bulukumba Mulai Dibangun, 76 Tiang Pancang Jadi Penopang
Jenazah M. Fahri Maulana dilaporkan tiba di Basecamp Permadi Guci sekitar pukul 02.15 WIB.
Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan kawah yang terjal serta potensi bahaya di lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk tidak mendekati area bibir kawah dan selalu mematuhi batas aman serta arahan petugas selama melakukan pendakian.
Baca Juga: Spektakuler! 1000 Penari Guncang Lapangan Pemuda Bulukumba, Bupati Andi Utta Ikut Bernyanyi