Dalam sejumlah rekaman yang beredar, kondisi di ruang instalasi gawat darurat (IGD) juga tampak dipenuhi siswa yang menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Detik-detik Ambulans Tabrak Anak 10 Tahun Saat Karnaval di Pinrang, Sopir Nyaris Diamuk Massa
Beberapa siswa terlihat mengalami keluhan seperti mual hingga menangis.
Namun, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa masih memerlukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.
Para siswa yang membutuhkan penanganan medis dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, dan Puskesmas Berastagi.
Baca Juga: BNN Sita Ganja, Senpi dan Mobil Mewah dari Bos Narkoba MR di Kampung Bahari
Data Korban Masih Didata
Zulkarnain mengatakan jumlah 269 siswa tersebut merupakan data sementara yang dihimpun hingga Kamis sore.
Pendataan masih dilakukan untuk memastikan jumlah siswa yang mengalami gejala serta kondisi masing-masing korban.
Dengan demikian, angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemeriksaan medis terhadap siswa yang terdampak.
Baca Juga: Penggerebekan Kampung Bahari: Polisi Terluka, Aset Rp39,9 Miliar Diamankan
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada kesimpulan final mengenai penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa.
BGN Langsung Suspensi Dapur MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terhadap dapur penyedia MBG yang terkait dengan kejadian tersebut.
Sudaryono menegaskan, setiap kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program MBG akan ditindaklanjuti dengan penghentian sementara operasional dapur untuk kepentingan pemeriksaan.