“Kami berharap kepada rekan-rekan almarhum untuk dapat mengerti dan menghormati keputusan keluarga demi ketenangan almarhum yang insyaallah sudah husnul khatimah,” tutur Zulkifli.
Baca Juga: Siswa Papua Bawa Sayur dan Buah Hasil Ladang untuk Guru, Kisahnya Bikin Haru
Selain meminta agar tidak ada kegiatan berlebihan, keluarga juga menyatakan keberatan apabila foto, konten mengenai Affan, maupun kegiatan tertentu menggunakan nama almarhum tanpa persetujuan keluarga.
“Kami keluarga juga tidak berkenan foto almarhum, konten-konten tentang almarhum dan kegiatan apapun yang mengatasnamakan almarhum,” tegasnya.
Zulkifli kembali mengimbau masyarakat untuk menghormati keinginan keluarga dan cukup memberikan doa bagi almarhum.
Baca Juga: Hari Anak Nasional ke-42 di Bulukumba, Andi Utta Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Kekerasan
“Sekali lagi kami imbau kepada rekan-rekan almarhum hanya memberikan doa tanpa adanya kegiatan yang berlebihan demi ketenangan almarhum,” pungkasnya.
Siapa Affan Kurniawan?
Affan Kurniawan adalah pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025.
Saat kejadian, Affan disebut sedang menjalankan pekerjaannya mengantarkan pesanan makanan dan bukan peserta demonstrasi.
Baca Juga: Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih, Tukang Cukur Bogor Akhirnya Minta Maaf
Affan diketahui berusia 21 tahun dan dikenal sebagai sosok rajin serta menjadi salah satu tulang punggung keluarganya.
Jenazah Affan kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2025 dan diantar oleh keluarga serta sejumlah rekan sesama pengemudi ojek daring.
Menjelang satu tahun peristiwa tersebut, keluarga memilih untuk mengenang Affan secara sederhana melalui pengajian dan doa bersama.
Baca Juga: MBG 94 Siswa di Karanganyar Batal Dibagikan, Kepala SPPG Muntah Usai Cicip Ayam Rempah