nasional

Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, Eks Menhan Tutup Usia

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu wafat pada usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Mediaraya.id - Kabar duka datang dari dunia militer dan pemerintahan Indonesia.

Mantan Menteri Pertahanan sekaligus Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB.

Ryamizard menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Informasi tersebut dikonfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Kepergian Ryamizard Ryacudu menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia.

Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, sebelum dimakamkan sesuai rencana keluarga.

Perjalanan Panjang Seorang Prajurit

Nama Ryamizard Ryacudu bukanlah sosok asing di lingkungan TNI. Lahir pada 21 April 1950, ia meniti karier militer sejak lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian Darat pada tahun 1974.

Kariernya terus menanjak seiring berbagai penugasan strategis yang diembannya.

Pada 1999, ia dipercaya menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya.

Tak lama kemudian, Ryamizard menjabat Pangdam Jaya/Jayakarta pada periode 1999–2000.

Kemampuannya dalam memimpin pasukan membawanya ke posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada tahun 2000 hingga 2002.

Setelah itu, ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga tahun 2005.

Di kalangan prajurit, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas, dan memiliki pandangan kuat terkait pertahanan negara.

Karakternya yang khas membuat namanya kerap menjadi sorotan dalam berbagai dinamika politik dan keamanan nasional.

Pernah Masuk Bursa Panglima TNI Dan Cawapres

Karier Ryamizard tidak hanya berhenti di lingkungan militer.

Namanya pernah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat sebagai kandidat Panglima TNI pada tahun 2006.

Namun dalam proses tersebut, pemerintah akhirnya memilih Marsekal TNI Djoko Suyanto untuk menduduki posisi tertinggi di tubuh TNI.

Beberapa tahun kemudian, menjelang Pemilihan Presiden 2014, Ryamizard kembali menjadi perhatian publik.

Ia sempat disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpeluang mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden.

Meski demikian, Jokowi akhirnya memilih Jusuf Kalla sebagai pasangan dalam kontestasi politik nasional saat itu.

Menhan Era Jokowi Dan Program Bela Negara

Pengabdian Ryamizard kepada negara berlanjut ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019.

Selama menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenal aktif mendorong penguatan kesadaran kebangsaan melalui program Bela Negara. Program tersebut menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam membangun ketahanan nasional dari berbagai ancaman, baik militer maupun nonmiliter.

Di bawah kepemimpinannya, isu pertahanan tidak hanya dipahami sebagai urusan senjata dan militer, tetapi juga menyangkut semangat cinta tanah air, persatuan, serta kesiapan masyarakat menghadapi tantangan global.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu warisan yang masih sering dibahas dalam diskursus pertahanan Indonesia hingga saat ini.

Duka Bagi Dunia Militer Dan Bangsa

Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta banyak prajurit yang pernah bekerja bersama dirinya.

Bagi sebagian kalangan militer, Ryamizard bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga mentor yang dikenal dekat dengan anggotanya.

Sementara bagi publik, ia merupakan figur yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada negara melalui jalur militer dan pemerintahan.

Meninggalnya mantan Menteri Pertahanan ini menjadi pengingat atas perjalanan panjang generasi perwira TNI yang turut membentuk wajah pertahanan Indonesia pascareformasi.

Berbagai warisan pemikiran dan kebijakan yang pernah dirintis Ryamizard akan tetap menjadi bagian dalam pembangunan sistem pertahanan nasional.

"Benar, kami mendapat informasi berita dukacita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Kepergian Ryamizard Ryacudu bukan sekadar kehilangan bagi institusi militer, tetapi juga bagi bangsa yang pernah merasakan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan dan memperkuat pertahanan negara.***

Tags

Terkini