nasional

Kejurnas Drag Record 2026, Pembalap Bulukumba Boyong Sejumlah Juara

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:38 WIB
Sejumlah dragster asal Bulukumba sukses menorehkan prestasi pada ajang Simpati 5G Sulawesi Drag Record Kejurnas Putaran 2 di Makassar, 23–24 Mei 2026.

Mediaraya.id - Makassar kembali bergemuruh oleh raungan mesin berkecepatan tinggi saat Simpati 5G Sulawesi Drag Record Kejuaraan Nasional Putaran 2 sukses digelar di lintasan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, 23–24 Mei 2026.

Ribuan pasang mata tertuju pada trek lurus yang selama dua hari berubah menjadi arena adu gengsi para dragster terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah panas aspal dan aroma ban terbakar, sejumlah pembalap asal Bulukumba justru tampil mencuri perhatian.

Mereka tak hanya bersaing, tetapi juga berhasil membawa pulang prestasi di ajang nasional yang menjadi salah satu kalender penting balap drag Sulawesi tersebut.

Atmosfer kompetisi semakin terasa spesial ketika tokoh otomotif nasional, Rifat Sungkar, hadir langsung di lokasi.

Meski tidak turun balap, kehadiran pereli nasional itu memberi semangat tersendiri bagi para peserta.

Momen saat Rifat naik ke podium dan berfoto bersama para pemenang menjadi kebanggaan yang sulit dilupakan para dragster muda.

Dragster Bulukumba Tampil Percaya Diri

Persaingan ketat sejak babak penyisihan tidak menyurutkan semangat para pembalap asal Bulukumba.

Nama Phiira Podenk menjadi salah satu yang paling menonjol dalam ajang tersebut.

Pembalap wanita itu sukses meraih Juara Umum Lokal serta Juara Umum 2 kategori wanita.

Prestasi itu semakin lengkap setelah ia mengoleksi sejumlah podium di beberapa kelas berbeda.

Phiira Podenk meraih posisi pertama pada kelas Bracket 10 Detik Diesel Lokal, posisi kedua Bracket 11 Detik Wanita, posisi ketiga Modif Stok 1500 Wanita, posisi keempat Bracket 9 Detik Lokal, serta posisi ketiga Street Diesel 2800.

Konsistensi di lintasan lurus menjadi kunci keberhasilannya.

Dalam beberapa heat, Phiira terlihat mampu menjaga stabilitas kendaraan saat memasuki garis finis, sesuatu yang tidak mudah dilakukan di kompetisi drag nasional.

Sementara itu, dragster asal Bulukumba lainnya, Uphik, juga tampil impresif.

Ia berhasil meraih posisi kedua pada kelas Bracket 9 Detik Diesel Kejurnas dan Bracket 10 Detik Diesel Kejurnas.

Selain itu, Uphik juga finis di posisi keempat kelas Bracket 11,5 Detik.

Kesuksesan sejumlah pembalap Bulukumba tersebut tidak terlepas dari peran Safir Bengkel Bulukumba.

Kelas Pelajar Ikut Menyita Perhatian

Ajang Drag Record Kejurnas 2026 bukan hanya menjadi panggung pembalap senior.

Kehadiran kelas pelajar juga menghadirkan warna tersendiri dalam kompetisi tersebut.

Nama Andi Mutiah sukses mencuri perhatian setelah meraih posisi pertama pada kelas Bracket 11 Detik Pelajar.

Prestasi itu menjadi sinyal positif berkembangnya regenerasi dunia drag race di Bulukumba dan Sulawesi Selatan.

Sorak penonton pecah saat mobil yang dikendarainya melesat stabil hingga menyentuh garis akhir.

Di tengah persaingan yang ketat, keberhasilan pembalap muda membawa pulang podium menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas otomotif daerah.

Kehadiran Rifat Sungkar Tambah Semangat Dragster

Kehadiran Rifat Sungkar menjadi magnet tersendiri di arena balap Lanud Sultan Hasanuddin.

Banyak peserta dan penonton memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dan berdiskusi langsung dengan sosok yang dikenal luas di dunia motorsport nasional itu.

Bagi para dragster muda, kehadiran figur nasional seperti Rifat bukan sekadar hiburan.

Kehadirannya memberi motivasi bahwa dunia otomotif Indonesia masih memiliki ruang besar bagi pembalap daerah untuk berkembang hingga level nasional.

Selain itu, ajang ini juga memperlihatkan geliat komunitas drag race Sulawesi yang semakin berkembang.

Peserta datang dari berbagai kota membawa tim, mekanik, dan komunitas pendukung masing-masing.

Situasi tersebut membuat kompetisi terasa hidup sekaligus memperkuat jaringan otomotif antardaerah.

Drag Record Jadi Panggung Pembuktian

Simpati 5G Sulawesi Drag Record Kejuaraan Nasional Putaran 2 tidak sekadar menjadi arena adu cepat.

Ajang ini berubah menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di level nasional.

Prestasi dragster Bulukumba menjadi bukti bahwa talenta otomotif dari daerah terus berkembang dan mampu bersaing dengan pembalap dari kota-kota besar lainnya.

Dengan semakin banyaknya kompetisi resmi dan dukungan komunitas, peluang lahirnya pembalap nasional dari Bulukumba terbuka semakin lebar.

Ke depan, ajang seperti ini akan terus menjadi magnet otomotif sekaligus ruang pembinaan atlet balap muda di Indonesia Timur.***

Tags

Terkini