Sementara itu, Andi Matahari Tenriessa tampil mengenakan baju bodo, pakaian adat khas Sulawesi Selatan.
Baca Juga: DPRD Bulukumba Gandeng BPIP Bahas Ranperda Pemerintahan Desa, Ini Yang Jadi Sorotan
Penampilan keduanya tidak hanya menjadi bagian dari momentum penghargaan, tetapi juga memperlihatkan kebanggaan terhadap identitas budaya Sulawesi Selatan di tengah ajang nasional.
Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu Rahmat Kurniawan, S.Sos., M.H., mengatakan dua penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Polres Bulukumba.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa personel dan jajaran Polres Bulukumba mampu memberikan kontribusi melalui inovasi dan kreativitas hingga meraih pengakuan di tingkat nasional.
Baca Juga: Fahira Amira Klarifikasi Konten Diagnosis Usus Buntu, Nalar Rawat Minta Penjelasan Terbuka
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Polres Bulukumba. Dua Juara I yang diraih pada kategori SPPG dan Film Animasi AI merupakan hasil kerja keras, kreativitas, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat,” ujar Iptu Rahmat Kurniawan.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Bulukumba untuk terus meningkatkan kinerja, mengembangkan inovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik, tidak hanya bagi institusi Polri tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba,” pungkasnya.
Baca Juga: Jelang HUT Ke-81 RI, TNI-Polri Dan Warga Gotong Royong Bersihkan TMP Taccorong Bulukumba
Dua penghargaan tersebut sekaligus menambah catatan prestasi Polres Bulukumba dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.
Dari tata kelola SPPG hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam karya animasi, capaian itu menunjukkan ruang inovasi di lingkungan kepolisian semakin beragam.
Bagi Kabupaten Bulukumba, prestasi tersebut juga membawa nama daerah ke panggung nasional.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Pabrik Bingkai Di Duren Sawit, 25 Mobil Damkar Dikerahkan
Terlebih, penggunaan passapu Kajang dan baju bodo dalam momentum Awarding Day menjadi simbol bahwa prestasi di tingkat nasional dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal.***