daerah

Brutus Jadi Sapi Terbaik Di Kontes IB Bulukumba, PBBH Capai 1,335 Kg Perhari

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:57 WIB
Kontes Ternak Sapi Hasil Inseminasi Buatan (IB) Tahun 2026 di RPH Taccorong, Bulukumba, diikuti 59 ekor sapi dari tujuh kecamatan, Minggu (9/8/2026).

MEDIARAYA.ID - Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama DPC Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Paravetindo) Bulukumba menggelar Kontes Ternak Sapi Hasil Inseminasi Buatan (IB) Tahun 2026 di Rumah Potong Hewan (RPH) Taccorong, Minggu (9/8/2026).

Kontes tersebut diikuti 59 ekor sapi dari tujuh kecamatan di Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, peternak, paramedik veteriner, inseminator, serta sejumlah pihak sponsor.

Selain menjadi ajang apresiasi bagi peternak, kontes ini menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) dalam meningkatkan mutu genetik, pertumbuhan dan produktivitas sapi potong.

Brutus Unggul Di Kategori Pedet

Pada kategori Pedet, sapi bernama Brutus milik Ilham berhasil meraih juara pertama.

Sapi berusia enam bulan tersebut mencatat Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) rata-rata 1,335 kilogram per hari.

Juara kedua diraih Mikail, sapi milik Riswan yang berusia delapan bulan, dengan PBBH 1,208 kilogram per hari.

Sementara posisi ketiga ditempati Hercules, sapi milik Adam yang berusia tujuh bulan dengan PBBH 1,115 kilogram per hari.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa ukuran fisik bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan sapi terbaik.

Performa pertumbuhan menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan dalam kontes.

Daftar Juara Kategori Pedet

Peringkat Nama Sapi Pemilik Usia PBBH

1 Brutus Ilham 6 bulan 1,335 kg/hari
2 Mikail Riswan 8 bulan 1,208 kg/hari
3 Hercules Adam 7 bulan 1,115 kg/hari

Satria Juara Kategori Pejantan Super

Kontes juga memperlombakan kategori Pejantan Super, yang diikuti sapi jantan dengan usia di atas 1,5 tahun hingga empat tahun.

Juara pertama diraih Satria, sapi jenis Simental milik Sirman.

Posisi kedua ditempati Juli, sapi jenis Limosin milik Epul.

Sementara juara ketiga diraih Brantas, sapi jenis Simental milik Irwan.

Kategori tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peternak untuk memperhatikan kualitas ternak, termasuk potensi genetik dan performa pertumbuhan.

Bupati Bulukumba: Beternak Harus Dipandang Sebagai Profesi

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi peternak, inseminator, paramedik veteriner, panitia dan sponsor yang mendukung pelaksanaan kontes.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah memberikan hadiah uang Rp10 juta yang dibagikan kepada para pemenang.

Menurut Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta, kontes tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa penerapan teknologi, kualitas pakan, perawatan dan ketekunan peternak dapat menghasilkan ternak berkualitas.

“Peternakan adalah salah satu sumber potensial untuk meningkatkan ketahanan pangan. Karena itu, kita harus mulai mengubah cara pandang bahwa beternak bukan hanya pekerjaan sampingan, tetapi bisa menjadi profesi dan sumber penghasilan utama masyarakat,” kata Andi Utta.

Ia juga menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor peternakan, termasuk membantu membuka akses permodalan bagi peternak yang ingin meningkatkan skala usahanya.

Menurutnya, peternak yang membutuhkan tambahan modal akan difasilitasi agar dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan dengan bunga yang relatif rendah.

“Kalau memang membutuhkan modal untuk pengembangan ternak yang lebih besar, pemerintah akan memfasilitasi agar peternak bisa mendapatkan KUR dari perbankan dengan bunga yang rendah,” ujarnya.

Kontes Ditargetkan Naik Kelas Hingga Skala Provinsi

Andi Utta juga menyampaikan rencana meningkatkan skala kontes ternak pada tahun mendatang.

Jika pada 2026 peserta berasal dari tujuh kecamatan di Bulukumba, pemerintah daerah berharap pelaksanaan berikutnya dapat melibatkan lebih banyak peserta, bahkan berkembang menjadi event tingkat provinsi.

“Kalau tahun ini kita masih dalam skala seperti ini, insyaallah tahun depan kita bikin yang lebih besar. Kalau bisa skala provinsi kita laksanakan di Bulukumba,” tegasnya.

Untuk mendukung peningkatan populasi dan kualitas sapi melalui teknologi IB, Bupati juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memperkuat dukungan anggaran untuk program IB pada tahun anggaran 2027.

Menurutnya, peningkatan kualitas ternak tidak dapat dilakukan secara parsial.

Program tersebut membutuhkan perencanaan yang mencakup mutu genetik, pelayanan IB, kesehatan hewan, ketersediaan pakan hingga peningkatan kapasitas peternak.

PBBH Jadi Salah Satu Indikator Penting

Ketua DPC Paravetindo Bulukumba, Suriya, menjelaskan kontes diikuti 59 ekor sapi dalam dua kategori, yakni Pedet dan Pejantan Super.

Kategori Pedet diperuntukkan bagi sapi jantan berusia di bawah satu tahun.

Sedangkan kategori Pejantan Super mencakup sapi jantan berusia di atas 1,5 tahun hingga empat tahun.

Salah satu indikator penting yang digunakan dalam penilaian adalah Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH).

“Siapa yang paling tinggi pertambahan berat badan hariannya, itulah yang menjadi calon juara. Ini penting supaya peternak memahami bahwa penilaian bukan semata-mata karena ukuran ternaknya besar,” jelas Suriya.

Menurut Suriya, perbedaan usia harus menjadi pertimbangan dalam menilai performa ternak. Sapi yang berusia empat atau lima tahun secara alami dapat memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan sapi yang lebih muda.

Karena itu, PBBH menjadi indikator untuk melihat performa pertumbuhan sekaligus memberikan gambaran mengenai keberhasilan pemeliharaan.

“Kalau rajin diberi pakan dan bagus perawatannya, pasti pertumbuhan berat badannya akan semakin bagus,” katanya.

Digelar Tanpa APBD, Berawal Dari Inisiatif Paravetindo

Suriya mengatakan kontes tersebut merupakan inisiatif para inseminator dan Paravetindo Bulukumba untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.

Ia menyebut pelaksanaan kegiatan dilakukan tanpa menggunakan APBD dan mengandalkan kolaborasi serta dukungan berbagai pihak.

“Kegiatan ini betul-betul modal nekat, karena tanpa APBD. Kami berinisiatif sendiri karena melihat kontes seperti ini bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk memelihara ternaknya. Ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kerja-kerja inseminator dan para peternak kita,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan seluruh pihak yang turut membantu sehingga kegiatan dapat terlaksana.

Suriya berharap kontes ternak dapat menjadi agenda rutin, setidaknya satu kali dalam setahun atau paling tidak dua tahun sekali.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, organisasi profesi, petugas teknis, peternak hingga dunia usaha.

Pemkab Bulukumba Perkuat Program Kampung Sapi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Andi Trismiati, mengatakan kontes ternak memiliki sejumlah tujuan strategis.

Selain memberikan apresiasi kepada peternak, kegiatan tersebut menjadi media untuk menampilkan hasil program IB, sarana promosi dan seleksi ternak berkualitas, serta mendorong peternak menghasilkan sapi unggul.

“Peternakan merupakan salah satu sektor penting dalam ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Andi Trismiati.

Ia menjelaskan, pada periode pertama kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, Pemkab Bulukumba telah mencanangkan Program Kampung Sapi yang diarahkan sebagai kawasan pengembangan bibit unggul sapi potong.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan populasi, mutu genetik dan produktivitas sapi potong di Bulukumba.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah daerah mendorong peningkatan pelayanan IB, peningkatan mutu genetik dan pembibitan sapi, pemeriksaan kebuntingan serta pemantauan reproduksi.

Selain itu, program pengembangan juga mencakup pelayanan dan pengendalian kesehatan hewan, pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dan teknologi pakan, peningkatan kapasitas peternak serta petugas teknis, hingga penguatan pendataan dan pencatatan ternak.

“Semua unsur harus bekerja bersama untuk menghasilkan ternak berkualitas,” ujarnya.

Inseminator Jadi Ujung Tombak Program IB

Andi Trismiati juga mengapresiasi DPC Paravetindo Bulukumba atas kolaborasi dalam pelaksanaan kontes.

Menurutnya, keberhasilan program IB tidak terlepas dari peran inseminator sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan, dukungan paramedik veteriner dan petugas kesehatan hewan, serta pendampingan penyuluh kepada peternak.

Ia berharap Kontes Ternak Sapi Hasil IB dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya lebih banyak sapi unggul, meningkatkan nilai ekonomi ternak, memotivasi peternak dan memperkuat Program Kampung Sapi di Bulukumba.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Paravetindo Bulukumba juga memberikan penghargaan kepada Inseminator Teladan yang dinilai memiliki kinerja baik dalam menjalankan tugasnya.

Bukan Sekadar Kontes

Kontes ternak sapi hasil IB di Bulukumba menunjukkan bahwa pengembangan peternakan tidak hanya bergantung pada jumlah populasi ternak.

Kualitas genetik, reproduksi, pakan, kesehatan hewan, manajemen pemeliharaan dan kapasitas peternak menjadi bagian penting dalam membangun usaha peternakan yang produktif.

Dengan dukungan program IB, Kampung Sapi, akses permodalan dan peningkatan kapasitas peternak, Bulukumba memiliki peluang untuk mengembangkan sektor peternakan bukan hanya sebagai bagian dari ketahanan pangan, tetapi juga sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.***

Tags

Terkini