MEDIARAYA.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulukumba resmi memulai Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bulukumba Tahun 2026.
Sebanyak 72 calon anggota Paskibraka menjalani pelatihan intensif selama 15 hari sebagai persiapan mengemban tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Agri Bulukumba tersebut dibuka pada Selasa (4/8/2026) dan akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026.
Seluruh peserta merupakan hasil seleksi ketat yang telah melalui berbagai tahapan penilaian.
Tahun ini, sebanyak 72 peserta dinyatakan lolos, terdiri atas 36 putra dan 36 putri.
Mereka akan mengikuti pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga penguatan karakter sebagai generasi muda penerus bangsa.
Pembukaan diklat dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bulukumba, Ahmad Arfan, S.IP., M.T., mewakili Ketua Panitia. Hadir pula Sekretaris Badan Kesbangpol H. Ramli, S.Sos., M.Si., Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Bulukumba Juandy Tandean, Kepala Bidang Kesbang Akhmad Rizal, S.T., serta para pelatih dan pembina.
Diklat Paskibraka Bukan Sekadar Latihan Baris-Berbaris
Dalam sambutannya, Ahmad Arfan menegaskan bahwa pemusatan pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan yang jauh lebih luas dibanding sekadar melatih kemampuan baris-berbaris.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan disiplin, memperkuat kepemimpinan, menanamkan integritas, serta membangun rasa cinta tanah air di kalangan peserta.
"Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini bukan hanya untuk mempersiapkan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, dan rasa cinta tanah air. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta mematuhi seluruh aturan selama pelatihan," ujar Ahmad Arfan.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga kondisi fisik selama mengikuti pelatihan sehingga mampu menyelesaikan seluruh tahapan dengan hasil maksimal.
Dibekali Fisik, Mental, Kepemimpinan Hingga Wawasan Kebangsaan
Selama 15 hari pelatihan, para calon Paskibraka akan menerima berbagai materi yang bertujuan meningkatkan kesiapan fisik maupun mental.
Materi yang diberikan meliputi latihan baris-berbaris, pembinaan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan mental, hingga latihan fisik.
Seluruh program tersebut menjadi bekal penting sebelum menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih pada upacara HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Bulukumba.
Pelatihan juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
PPI Bulukumba: Paskibraka Adalah Amanah Dan Tanggung Jawab
Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Bulukumba, Juandy Tandean, mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan masa pendidikan sebagai proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan yang harus diimbangi dengan dedikasi dan tanggung jawab tinggi.
"Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menempa diri, dan menunjukkan dedikasi terbaik bagi daerah dan bangsa," katanya.
Juandy berharap seluruh peserta mampu menjaga semangat, kekompakan, serta disiplin selama menjalani setiap tahapan pelatihan.
Disiapkan Menjadi Generasi Berkarakter Dan Nasionalis
Melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menargetkan seluruh calon Paskibraka mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sukses, khidmat, dan penuh tanggung jawab.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas seremonial, program ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang kuat sebagai modal untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.***