daerah

Kembali Ke Tanah Masa Kecil, Rektor Unhas Pilih Bulukumba Jadi Tuan Rumah Puncak Dies Natalis 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 15:59 WIB
Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa berfoto bersama Pengurus IKA Unhas Bulukumba dan Wakil Bupati Bulukumba usai pertemuan silaturahmi di Bulukumba, Minggu (19/7/2026).

Mediaraya.id - Rangkaian kunjungan kerja Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. atau yang akrab disapa Prof. JJ, di Kabupaten Bulukumba ditutup dengan agenda silaturahmi bersama jajaran Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unhas Kabupaten Bulukumba, Minggu (19/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Ketua IKA Unhas Bulukumba Misbawati A. Wawo, serta ratusan alumni yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari birokrat, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga profesional di sektor swasta.

Dalam laporannya, Ketua IKA Unhas Bulukumba, Misbawati A. Wawo, mengungkapkan bahwa jumlah alumni Universitas Hasanuddin yang berdomisili di Kabupaten Bulukumba mencapai sekitar 500 orang.

Menurutnya, IKA Unhas Bulukumba secara konsisten menjaga soliditas organisasi melalui agenda silaturahmi bulanan yang dikemas dalam bentuk arisan.

Selain mempererat hubungan antaralumni, organisasi tersebut juga aktif melaksanakan kegiatan sosial dan membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah keterlibatan IKA Unhas Bulukumba bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mendukung penyelenggaraan Car Free Day di kawasan Pantai Merpati setiap Minggu pagi.

Prof. JJ Kenang Masa Kecil Di Bulukumba

Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa mengungkapkan kedekatan emosional yang dimilikinya dengan Kabupaten Bulukumba.

Meski lahir di Kabupaten Takalar, ia menghabiskan masa kecilnya di Bulukumba.

"Saya hanya lahir di Takalar. Lima hari kemudian saya dibawa ke Bulukumba dan menghabiskan sekitar sepuluh tahun pertama kehidupan saya di Sampeang, Kecamatan Rilau Ale," ungkap Prof. JJ.

Kenangan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan kedekatan batin dengan masyarakat Bulukumba yang hingga kini masih terus terjalin.

Alumni Disebut Pilar Penting Kemajuan Universitas

Prof. JJ menegaskan bahwa alumni merupakan aset strategis dalam membangun reputasi dan kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Ia mengibaratkan hubungan alumni dengan almamater layaknya hubungan seorang anak dengan ibu kandung yang harus terus dijaga sepanjang hayat.

"Alumni adalah kunci. Almamater itu ibarat ibu kandung. Kedekatan kita dengan kampus seharusnya sama seperti kedekatan kita dengan ibu kandung sendiri," ujarnya.

Ia mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat jejaring, memberikan kontribusi nyata, serta menjadi representasi positif Universitas Hasanuddin di berbagai bidang pengabdian.

Bulukumba Jadi Tuan Rumah Puncak Dies Natalis Unhas 2026

Kabar yang paling mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengumuman bahwa salah satu rangkaian puncak Dies Natalis Universitas Hasanuddin 2026 akan dipusatkan di Kabupaten Bulukumba pada 30 Agustus 2026.

Menurut Prof. JJ, seluruh jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin dijadwalkan hadir sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

"Bulukumba akan menjadi lokasi salah satu kegiatan puncak Dies Natalis Unhas. Seluruh jajaran pimpinan Unhas akan hadir di sini," katanya.

Keputusan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk semakin mempererat hubungan antara Universitas Hasanuddin dengan masyarakat Bulukumba, sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Unhas Terus Perkuat Prestasi Nasional Dan Internasional

Dalam kesempatan itu, Prof. JJ juga menyampaikan bahwa Universitas Hasanuddin terus menunjukkan peningkatan prestasi pada tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, berbagai capaian akademik, riset, dan inovasi berhasil menempatkan Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang mampu bersaing dengan kampus-kampus unggulan lainnya.

Karena itu, ia berharap seluruh alumni ikut mengambil peran dalam memperkuat citra positif universitas melalui karya, dedikasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Prof. JJ juga mengingatkan bahwa semangat pengabdian tidak mengenal batas usia.

"Tidak ada istilah pensiun. Pensiun itu hanya urusan administrasi. Masih banyak ruang pengabdian yang bisa kita lakukan untuk masyarakat dan almamater," pesannya.

Menutup arahannya, Prof. JJ mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membangun wajah baru Universitas Hasanuddin sebagai kampus yang dikenal melalui prestasi, inovasi, dan kontribusi bagi bangsa.

"Mari kita ubah citra Unhas. Bukan lagi dikenal sebagai kampus yang suka demo, tetapi sebagai kampus yang melahirkan prestasi dan karya untuk Indonesia," pungkasnya.***

Tags

Terkini