daerah

Polres Bulukumba Edukasi Santri Stop Bullying, Perkuat Budaya Sekolah Aman Dan Bebas Perundungan

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:42 WIB
Personel Bagian SDM Polres Bulukumba, Bripda Muhammad Alif, memberikan edukasi tentang bahaya bullying kepada santri MTs dan MA Babul Khaer sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas perundungan.

Mediaraya.id - Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying) terus diperkuat Polres Bulukumba melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.

Kali ini, personel Bagian SDM Polres Bulukumba, Bripda Muhammad Alif, memberikan penyuluhan bertajuk "Stop Bullying" kepada siswa MTs dan MA Babul Khaer di Pondok Pesantren Babul Khaer, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para santri dan dewan guru dengan antusias.

Dalam materinya, Bripda Muhammad Alif menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, hingga pentingnya membangun budaya saling menghormati dan menghargai antar sesama.

Ia menekankan bahwa perundungan tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui ucapan yang menyakitkan, intimidasi, pengucilan sosial, hingga cyberbullying atau perundungan melalui media sosial.

Seluruh bentuk tindakan tersebut dinilai dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius, mengganggu proses belajar, serta memengaruhi perkembangan mental dan kepercayaan diri korban.

"Setiap siswa memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Karena itu, jangan pernah menjadi pelaku, jangan diam jika melihat perundungan, dan beranilah melapor kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan bullying," pesan Bripda Muhammad Alif di hadapan para peserta.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, bertanya, hingga berbagi pengalaman mengenai perundungan yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah.

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari para santri dan guru karena dinilai mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keberanian peserta didik untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan.

Upaya Preventif Polri

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., melalui Plt Kasi Humas Polres Bulukumba IPTU Rahmat Kurniawan, S.H., M.H., mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka perundungan di sekolah serta menumbuhkan nilai empati, kepedulian, dan rasa saling menghargai di kalangan pelajar.

"Kami berharap para pelajar semakin memahami bahaya bullying dan memiliki keberanian untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk perundungan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai," ujar IPTU Rahmat Kurniawan.

Polres Bulukumba menegaskan akan terus mengintensifkan kegiatan penyuluhan serupa di berbagai sekolah sebagai bagian dari pembinaan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.***

Tags

Terkini