daerah

Pemkab Bulukumba Evaluasi 109 Website Desa

Selasa, 7 Juli 2026 | 20:32 WIB
Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui DPMD dan Diskominfo menggelar pemetaan kebutuhan pembinaan serta evaluasi 109 website desa guna memperkuat transparansi dan pelayanan publik berbasis digital.

Mediaraya.id - Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat transformasi digital hingga ke tingkat desa.


Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo), pemerintah menggelar kegiatan Pemetaan Kebutuhan Pembinaan dan Tata Kelola Website Desa Kabupaten Bulukumba yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) website desa.


Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Senin (6/7/2026).


Hal tersebut menjadi langkah strategis untuk mengukur efektivitas pengelolaan website desa sekaligus menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan kualitas layanan informasi publik berbasis digital.


Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas PMD Bulukumba, Asdar A. Bennu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, Kepala Bidang Humas Andi Ayatullah Ahmad, para operator website desa se-Kabupaten Bulukumba, serta difasilitasi oleh Muh Bayu Syafei dari Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN.


Kepala Bidang Humas Diskominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.


Evaluasi dilakukan terhadap 109 website desa dengan sejumlah indikator, mulai dari tingkat keaktifan, kualitas pengelolaan konten, hingga keberlanjutan pemanfaatannya sebagai media pelayanan informasi kepada masyarakat.


Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 50 website desa atau 46 persen masuk kategori aktif.


Sementara 48 website atau 44 persen tergolong kurang aktif, sedangkan 11 website atau 10 persen dinyatakan tidak aktif.


"Data ini menunjukkan masih ada sejumlah website desa yang memerlukan perhatian dan pendampingan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana keterbukaan informasi publik," ujar Andi Ayatullah Ahmad.


Dari sisi produktivitas konten, lima desa memperoleh penilaian terbaik, yakni Desa Oro Gading (Kecamatan Kindang), Desa Dwi Tiro (Bontotiro), Desa Dampang (Gantarang), Desa Benteng Palioi (Kindang), dan Desa Batulohe (Bulukumpa).


Penilaian tersebut didasarkan pada konsistensi publikasi berita, galeri kegiatan, pengumuman, hingga informasi agenda pelayanan kepada masyarakat yang diperbarui secara berkala.


Meski demikian, tim evaluasi masih menemukan sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi.


Di antaranya tingginya pergantian operator website desa, keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, serta kemampuan aparatur desa yang masih perlu ditingkatkan dalam penyusunan berita dan pengelolaan konten digital.

Halaman:

Tags

Terkini