daerah

Pete-pete Laut Perdana Berlayar, Era Baru Transportasi Kepulauan Makassar Dimulai

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:24 WIB
Era baru transportasi kepulauan dimulai. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meluncurkan Pete-pete Laut yang diharapkan memperkuat akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan layanan publik bagi warga pulau.

Mediaraya.id - Pemerintah Kota Makassar akan memulai babak baru layanan transportasi kepulauan melalui peluncuran program Pete-pete Laut pada Jumat, 12 Juni 2026.

Pete-pete Laut ini menjadi solusi untuk memperkuat konektivitas warga di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang.

Peluncuran perdana akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Barrang Lompo dan sejumlah pulau lainnya di kawasan kepulauan Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan seluruh persiapan soft launching telah rampung setelah armada menjalani uji coba operasional.

“Kami sudah lakukan uji coba, sehingga rencana soft launching program Pete-pete Laut hari Jumat, tanggal 12 Juni, di Pulau Barrang Lompo,” ujar Rheza, Rabu (10/6/2026).

Program Pete-pete Laut dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat pulau terhadap layanan pendidikan, kesehatan, kegiatan ekonomi, serta berbagai pelayanan publik lainnya.

Menurut Rheza, tahap awal operasional akan menggunakan satu unit kapal kayu milik Dinas Perhubungan Kota Makassar dengan kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dalam setiap pelayaran.

Layanan tersebut direncanakan beroperasi satu kali dalam sepekan. Kebijakan itu mempertimbangkan keterbatasan anggaran operasional, terutama kebutuhan bahan bakar, sembari melihat tingkat pemanfaatan masyarakat.

“Karena ini masih tahap awal dan belum memiliki anggaran khusus, maka sementara kami memanfaatkan kapal operasional yang sudah ada,” jelasnya.

Pemerintah Kota Makassar akan melakukan evaluasi berkala terhadap tingkat kebutuhan dan antusiasme warga.

Jika penggunaan layanan meningkat, frekuensi pelayaran berpotensi ditambah melalui dukungan anggaran perubahan APBD.

Pete-pete Laut diprioritaskan bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan mobilitas rutin seperti pelajar, guru, tenaga kesehatan, dan warga yang secara berkala melakukan perjalanan antarpulau.

Penentuan jadwal operasional juga akan disusun berdasarkan pola aktivitas masyarakat kepulauan agar layanan transportasi tersebut benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan warga.

“Karakteristik masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat di daratan. Karena itu jadwal operasional akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan ini memberikan manfaat yang optimal,” kata Rheza.

Armada yang digunakan telah dilengkapi nahkoda dan kru berpengalaman.

Kapal tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan yang sebelumnya berada dalam pengelolaan Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Selain seremoni peluncuran Pete-pete Laut, kunjungan Wali Kota Makassar ke Pulau Barrang Lompo juga diisi dengan agenda pelayanan masyarakat dan penyaluran berbagai bantuan.

Dinas Pendidikan dijadwalkan menyerahkan bantuan beasiswa, sementara perangkat daerah terkait akan menyalurkan bantuan bibit untuk mendukung aktivitas dan perekonomian masyarakat kepulauan.

Wali Kota Munafri Arifuddin juga akan meninjau lokasi yang direncanakan sebagai kawasan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Pulau Barrang Lompo.

Usai peluncuran, armada Pete-pete Laut akan langsung melakukan perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu sebagai bagian dari evaluasi awal layanan transportasi tersebut.

“Setelah launching, kita akan melakukan trial menuju Pulau Bonetambu. Di sana rombongan akan merasakan langsung penggunaan Pete-pete Laut sekaligus melihat bagaimana layanan ini dapat mendukung konektivitas masyarakat kepulauan,” tutup Rheza.***

Tags

Terkini