daerah

RSUD Bulukumba Latih 149 Petugas Tangani Henti Jantung

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:10 WIB
Sebanyak 149 Bulukumba mengikuti pelatihan kesiapsiagaan darurat sebagai upaya memperkuat respons cepat terhadap kasus henti jantung dan henti napas demi keselamatan pasien.

Mediaraya.id RSUD Bulukumba terus memperkuat kualitas pelayanan dan keselamatan pasien melalui Sosialisasi Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Rumah Sakit untuk Merespons Henti Jantung dan Henti Napas.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan IGD Lantai III RSUD Bulukumba, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan merupakan langkah strategis rumah sakit dalam meningkatkan kemampuan seluruh unsur sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik, Penunjang Medik, dan Keperawatan, dr. Rismayanti Waris, M.Kes., Sp.GK.

Turut hadir Kepala Bidang Keperawatan St. Daharia, SKM., M.Kes., Kepala Bidang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan dr. Andi Marla Susyanti Akbar, M.Tr.Adm.Ked, serta menghadirkan dr. Muliawan Mubarak sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, dr. Rismayanti menegaskan bahwa kesiapan seluruh petugas rumah sakit dalam menghadapi situasi henti jantung dan henti napas merupakan bagian penting dari rantai keselamatan pasien.

“Setiap petugas di lingkungan rumah sakit memiliki peran penting dalam rantai penyelamatan pasien. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi henti jantung maupun henti napas perlu dimiliki dan terus ditingkatkan melalui pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh peserta sekaligus memperkuat kolaborasi antarprofesi sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat semakin aman, responsif, dan berkualitas.

Pada sesi materi, dr. Muliawan Mubarak memberikan pemahaman mengenai berbagai aspek penanganan kegawatdaruratan, mulai dari pengenalan dini tanda-tanda henti jantung dan henti napas, prosedur aktivasi bantuan, hingga langkah penanganan awal sesuai standar pelayanan kegawatdaruratan rumah sakit.

Sebanyak 149 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari koordinator ruang perawatan, tenaga perawat, petugas keamanan (satpam), serta petugas cleaning service.

Keterlibatan seluruh elemen pendukung layanan kesehatan menunjukkan komitmen RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba dalam membangun budaya keselamatan yang menyeluruh.

Melalui pelatihan ini, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan memperkuat sistem respons kegawatdaruratan demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.***

Tags

Terkini